Ditemukan Bakteri E. coli di Menu MBG, SPPG Tempurejo Kota Kediri Ditutup Sementara

Penutupan tersebut dilakukan usai ditemukan adanya pelanggaran standar operasional (SOP) di SPPG tersebut, yang diduga mengakibatkan puluhan siswa dari 3 SD tersebut mengalami keracunan pada Rabu, 22 April lalu.

24 Apr 2026 - 22:01
Ditemukan Bakteri E. coli di Menu MBG, SPPG Tempurejo Kota Kediri Ditutup Sementara
Pemeriksaan sampel menu MBG ( foto : istimewa)

KOTA KEDIRI, SJP - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo, yang mengelola dan mendistribusikan menu makanan bergizi gratis untuk para siswa di SD Ketami 1, SD Ketami 2 serta Tempurejo 1 sementara ditutup.

Penutupan tersebut dilakukan usai ditemukan adanya pelanggaran standar operasional (SOP) di SPPG tersebut, yang diduga mengakibatkan puluhan siswa dari 3 SD tersebut mengalami keracunan pada Rabu, 22 April lalu. 

"Kalau berdasarkan investigasi yang tadi dilakukan di sana untuk konfirmasi terkait kejadian ini, ada beberapa SOP yang dilanggar," ungkap Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri Armeityansyah Wahyudi Putra, Jumat (24/4/2026). 

Menurut Armeityansyah, ada dua prosedur yang terindikasi dilanggar oleh SPPG Tempurejo.

"Salah satunya waktu pemasakan harusnya dilakukan di jam 2. Tapi tadi setelah dikonfirmasi ternyata lebih awal dari itu. Untuk lebih lanjutnya masih tetap didalami," ungkapnya. 

Sementara pelanggaran lain adalah terkait uji organoleptik yang mencakup aroma, rasa, warna, dan kebersihan makanan.

Menurutnya uji organoleptik, seharusnya dilakukan setelah makanan dimasak, sebelum distribusi, dan saat diterima, namun dari hasil investigasi diketahui ada tahapan yang terlewat.

"Untuk SPPG ini sepertinya terlewat. Jadi setelah makanan jadi sebelum diporsi itu harusnya ada uji organoleptik, kemudian sebelum dikirimkan itu ada lagi, ketika diantarkan di titik pengantaran itu ada lagi. Ini (SPPG Tempurejo) baru ketika makanan jadi di uji organoleptik. Jadi selanjutnya ada yang kelewat," ungkapnya. 

Penutupan sementara sendiri, menurutnya, dilakukan sampai ada surat dari Badan Gizi Nasional (BGN). 

"Yang pasti dari BGN sendiri ketika memang ada kejadian seperti ini pasti akan ditutup dulu sementara," tegasnya. 

Sementara itu, untuk pemenuhan MBG di tiga sekolah tadi untuk sementara dialihkan ke SPPG yang lain. 

"Kalau yang sudah terjadi selama ini dialihkan ke SPPG lain. Jadi supaya tidak berhenti untuk mendapatkan manfaatnya. Tapi kalau untuk dialihkannya ke siapa nanti kita konfirmasi lagi," pungkasnya. 

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

“Kami mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Saat ini fokus utama adalah memantau kondisi kesehatan para korban,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa langkah lanjutan akan diambil apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum. “Jika ada indikasi pelanggaran, akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow