Puluhan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan Menu MBG
Para siswa tersebut mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, muntah, sakit kepala dan diare usai menyantap hidangan MBG pada Rabu, 22 April lalu.
KOTA KEDIRI, SJP - Puluhan siswa di Kota Kediri mengalami keracunan, diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG). Hal tersebut dialami siswa di tiga sekolah dasar yakni 53 siswa di SD Ketami 2, 11 siswa di SD Ketami 1 dan 5 orang siswa di SD Ketami 1.
Para siswa tersebut mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, muntah, sakit kepala dan diare usai menyantap hidangan MBG pada Rabu, 22 April lalu.
"Siswa SD Ketami 1, Ketami 2, dan Tempurjo 1. Ada beberapa anak yang mengalami keracunan, kemudian kepala sekolah SD Ketami 2, melaporkan secara resmi kejadian keracanan MBG ini ke Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri," ujar Sekretaris Satgas MBG Kota Kediri Ferry Djatmiko, Jumat (24/04/2026).
Menurut Ferry, usai mendapatkan laporan tersebut, pihak Dinkes Kota Kediri langsung mengambil sampel dan melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasilnya, dari sampel yang diambil ditemukan adanya bakteri E. coli.
"Sehingga Dinkes Kota Kediri langsung mengambil sampel. Kemudian dari hasil sampel itu memang ditemukan ada bakteri E. coli," tambah Ferry.
Menurut Ferry, dari puluhan siswa tadi tidak ada yang sampai dirawat di fasilitas kesehatan. Para siswa juga sudah masuk sekolah kembali. Pihak Puskesmas juga melakukan jemput bola dengan melakukan pemeriksaan di sekolah.
"Tapi semuanya sudah masuk. Puskesmas juga tidak ada," ungkapnya.
Sementara itu, menu MBG di ketiga sekolah tadi diketahui dikelola oleh SPPG Tempurejo. Menu yang disajikan terdiri dari roti bagel, ayam saus tiram, tahu orak-arik, sup kacang merah dan kentang, serta buah kelengkeng. Sedangkan sampel yang diuji berasal dari satu porsi makanan yang didistribusikan kepada siswa di hari tersebut.
Ferry Djatmiko menuturkan pihak Pemkot Kediri, dalam hal ini Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dengan peristiwa tersebut.
Pemerintah Kota Kediri bersama Satgas juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami akan memperketat SOP monitoring dan evaluasi karena ditemukan indikasi pelanggaran. Namun program ini tetap baik dan akan terus kami kawal bersama,” tegasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

