Distan KP Kota Batu Siapkan Strategi Distribusi Panen Raya Jagung ke Berbagai Industri
Salah satu sektor yang paling besar menyerap jagung adalah industri pakan ternak, yang secara nasional memerlukan sekitar 9 juta ton jagung setiap tahunnya. Kota Batu juga akan menjajaki kerja sama dengan pabrik pakan lokal maupun regional agar hasil panen petani dapat langsung terserap tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.
KOTA BATU, SJP - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan mempersiapkan strategi distribusi hasil panen raya jagung yang direncanakan berlangsung pada Juli 2025.
Selain akan diserap oleh Perum Bulog, hasil panen tersebut juga akan diarahkan ke berbagai sektor industri yang membutuhkan bahan baku jagung dalam jumlah besar.
Kepala Distan KP Kota Batu, Heru Yulianto pada Selasa (6/5/2025) menjelaskan, panen kali ini merupakan hasil dari optimalisasi 120 hektare lahan tidur dan milik petani yang telah digarap sejak awal tahun sebagai bagian dari program peningkatan produksi jagung lokal.
Dengan estimasi produktivitas rata-rata 6 ton per hektare, total hasil panen diperkirakan mencapai 720 ton jagung pipilan kering.
"Selain Bulog, kami sudah petakan beberapa sektor industri yang siap menyerap hasil panen ini, seperti industri pakan ternak, industri makanan dan minuman, serta industri pengolahan jagung lainnya," ujar Heru.
Dari sisi nilai ekonomi, dengan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku saat ini sebesar Rp 5.500 per kilogram, potensi total pendapatan dari panen raya ini mencapai sekitar Rp 3,96 miliar.
Angka ini dinilai cukup signifikan dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani secara langsung.
Heru menambahkan, salah satu sektor yang paling besar menyerap jagung adalah industri pakan ternak, yang secara nasional memerlukan sekitar 9 juta ton jagung setiap tahunnya.
Kota Batu juga akan menjajaki kerja sama dengan pabrik pakan lokal maupun regional agar hasil panen petani dapat langsung terserap tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.
"Jagung merupakan komoditas strategis, dan kami ingin memastikan bahwa hasil panen petani tidak hanya melimpah, tetapi juga memiliki jalur distribusi yang jelas dan menguntungkan. Kami juga berencana menjalin kemitraan dengan pelaku industri agar penyerapan berjalan efektif dan berkelanjutan," tambahnya.
Selain itu, Distan KP juga menyiapkan pendampingan teknis lanjutan pasca-panen, termasuk pelatihan penyimpanan dan penanganan pascapanen agar kualitas jagung tetap terjaga dan memenuhi standar industri.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan sektor industri, program ketahanan pangan melalui pengembangan jagung di Kota Batu diharapkan dapat menjadi model yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan petani. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

