Dishub Batu Petakan Faktor Risiko, RAK 2025–2029 Dibangun dari Analisis Lapangan yang Lebih Detail

Kepala Dishub Kota Batu Hendry Suseno menegaskan tujuan akhir penyusunan RAK bukan hanya menekan angka kecelakaan, tetapi membangun budaya tertib yang bisa bertahan lama. Kota Batu, katanya, tidak cukup hanya nyaman sebagai destinasi wisata maka keamanan lalu lintas harus ikut mengimbangi

06 Dec 2025 - 20:41
Dishub Batu Petakan Faktor Risiko, RAK 2025–2029 Dibangun dari Analisis Lapangan yang Lebih Detail
Ilustrasi kecelakaan di Kota Batu (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Dinas Perhubungan Kota Batu mulai mengubah pendekatan penanganan kecelakaan lalu lintas dari sekadar respons insidental menuju strategi berbasis analisis risiko.

Kepala Dishub Kota Batu, Hendry Suseno, menegaskan bahwa penyusunan Dokumen Rencana Aksi Keselamatan (RAK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2025–2029 bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi pijakan awal untuk membaca pola bahaya di lapangan secara presisi.

Diwawancarai pada Sabtu (6/12/2025) ia mengatakan bahwa Dishub saat ini memetakan ulang seluruh variabel yang berkaitan dengan keselamatan. Mulai dari karakteristik lalu lintas, kondisi rambu dan marka yang belum seragam, titik-titik rawan yang terus berulang setiap tahun, hingga perilaku pengguna jalan yang kerap jadi pemicu kecelakaan.

"Pendekatan ini, memungkinkan setiap program nantinya diarahkan pada lokasi dan persoalan yang paling mendesak, langkah ini penting karena Kota Batu selama ini belum memiliki ukuran yang benar-benar baku untuk menilai tingkat keselamatan," urainya.

Dengan RAK baru, Dishub bisa mengeksekusi kebijakan secara terukur dan menggerakkan semua pemangku kepentingan dengan pedoman yang sama. Terlebih setiap intervensi harus punya dasar yang jelas dan hasil kajian RAK inilah yang akan menjadi regulasi ke depan.

Ia menambahkan, dukungan lintas sektor juga menguat dimana semua pihak setuju bahwa keselamatan lalu lintas di Kota Batu masih membutuhkan tindakan bersama, terutama karena tren kecelakaan di Jawa Timur, termasuk Batu, masih tinggi.

"Dengan fondasi kajian yang lebih komprehensif ini, Dishub optimistis arah kebijakan keselamatan 2025–2029 akan lebih tajam, lebih terpadu, dan lebih efektif dalam menurunkan risiko bagi seluruh pengguna jalan," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow