Ancaman Bencana Memanjang, Infrastruktur Kota Batu Mulai Tertekan Sepanjang 2025
Menghadapi tren kerusakan yang meningkat, BPBD kini memperkuat mitigasi untuk melindungi jaringan vital. Pemasangan sistem peringatan dini, pelatihan relawan, hingga pemetaan titik infrastruktur rentan dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih luas
KOTA BATU, SJP – Lonjakan bencana alam sepanjang 2025 tak hanya memicu kerentanan di wilayah perbukitan Kota Batu, tapi juga mulai memberikan tekanan serius terhadap kondisi infrastruktur publik.
Data BPBD Kota Batu mencatat, dalam rentang 1 Januari–30 November 2025 terjadi 196 peristiwa bencana, dimana dampaknya, sejumlah jaringan layanan dasar serta sarana publik mulai mengalami degradasi yang nyata.
Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko pada Sabtu (6/12/2025) menguraikan bahwa Kecamatan Bumiaji menjadi titik paling kritis. Dengan 83 kejadian, kawasan perbukitan itu menjadi episentrum kerusakan infrastruktur.
"Sifat kontur tanah di Bumiaji berperan besar dalam memudahkan longsor merusak akses dan jaringan utilitas. Dalam beberapa kejadian, material longsor sempat memutus jalur warga, bahkan menghantam fasilitas publik,” ujarnya.
Kerusakan yang tercatat tak sedikit. Empat sekolah terdampak, sembilan kios rusak, empat jaringan air bersih putus, 11 jaringan listrik dan lampu penerangan ikut terdampak, serta lima jaringan telekomunikasi mengalami gangguan.
Selain itu, ruas jalan sepanjang 0,003 kilometer rusak akibat longsor dan tekanan aliran air. Lahan pertanian pun terkena imbas, mencakup satu hektare sawah dan 0,175 hektare kebun.
Di samping infrastruktur, permukiman warga juga menerima pukulan. "Ada 20 rumah rusak ringan, 13 rusak sedang, serta 18 unit rusak berat. Sementara 14 rumah terendam banjir," imbuhnya.
Meski begitu, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, hanya satu warga terluka dan 199 warga terdampak, termasuk 24 orang yang sempat mengungsi.
Suwoko menegaskan, kewaspadaan warga sangat krusial mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi.
“Jika ada tanda awal seperti retakan tanah atau pohon miring, segera laporkan sebelum merusak fasilitas di sekitarnya,” pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

