Digitalisasi Hampir Sempurna, Kota Batu Perkuat Kendali Inflasi dan Ketahanan Pangan

Sinergi antara pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi dinilai menjadi fondasi penting. Dengan sistem transaksi yang hampir sepenuhnya elektronik dan dukungan sektor pertanian yang surplus pada komoditas strategis, Kota Batu memosisikan diri tidak hanya sebagai daerah produsen pangan, tetapi juga sebagai pemerintah daerah yang adaptif terhadap transformasi tata kelola modern

27 Feb 2026 - 19:58
Digitalisasi Hampir Sempurna, Kota Batu Perkuat Kendali Inflasi dan Ketahanan Pangan
Gubernur Jatim bersama Wakil Wali Kota Batu saat melakukan konsolidasi terkait Digitalisasi (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu menunjukkan konsistensi dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat tata kelola keuangan daerah. Dari capaian tersebut membuat Kota Batu tidak hanya mendapat apresiasi atas kontribusinya terhadap ketahanan pangan, tetapi juga mencatat capaian signifikan di sektor digitalisasi keuangan daerah.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Jumat (27/2/2026) memaparkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Batu pada Semester II Tahun 2025 mencapai 99,3 persen. Angka ini menunjukkan hampir seluruh transaksi keuangan daerah telah dilakukan secara elektronik.

"Alhamdulillah kami mendapatkan apresiasi dari Gubernur Pemprov Jatim Khofifah Indar Parawansa. Capaian tersebut menjadi instrumen penting dalam mendukung efektivitas pengendalian inflasi," urai orang nomor dua di Kota Batu tersebut.

Heli menilai digitalisasi transaksi memungkinkan monitoring belanja dan pendapatan daerah berjalan lebih cepat, transparan, serta akurat. Dengan sistem yang terdigitalisasi, intervensi kebijakan terhadap gejolak harga dapat dilakukan lebih responsif.

Di sisi lain berdasarkan paparan peta surplus–defisit komoditas strategis 2025, Kota Batu tercatat surplus pada bawang merah dan cabai merah. Posisi ini memperkuat peran Kota Batu sebagai daerah penyangga pangan regional.

Namun, sejumlah komoditas seperti cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras tetap menjadi perhatian, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yang berpotensi memicu lonjakan permintaan.

"Kami seluruh kepala daerah di Jatim juga mendapatkan mandat dari Ibu Khofifah agar selalu berkolaborasi bersama Satgas Pangan memperketat pemantauan harga bahan pokok penting, terutama beras, guna mengantisipasi gejolak harga. Koordinasi distribusi dan penguatan kerja sama antardaerah dinilai krusial agar pasokan tetap stabil," imbuhnya.

Untuk itu Heli menegaskan komitmen Pemkot Batu untuk terus mengoptimalkan peran TPID, memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta memastikan pemantauan stok dan distribusi berjalan efektif. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow