Dibegal di Jalan Pantura, Ibu di Gending Probolinggo Terluka dan Gelang Emas Rp12 Juta Raib

07 Apr 2026 - 17:22
Dibegal di Jalan Pantura, Ibu di Gending Probolinggo Terluka dan Gelang Emas Rp12 Juta Raib
Kondisi Dwi Prihantina, korban jambret saat berada di rumah. (Foto: Rizky Putra/SJP)

PROBOLINGGO, SJP – Peristiwa penjambretan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kali ini menimpa seorang ibu rumah tangga asal Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, pada Senin malam (6/4/2026).

Korban kehilangan gelang emas seberat 5 gram setelah menjadi sasaran pelaku jambret saat hendak berbelanja kebutuhan usaha (kulakan). Selain kerugian materi, korban juga mengalami luka akibat terjatuh dari sepeda motor. 

Korban bernama Dwi Prihantina (57), warga Dusun Pasar, saat ditemui di kediamannya, menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya. Sekitar pukul 18.00 WIB, dirinya berangkat menggunakan sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi N 2549 MQ menuju sebuah toko yang berada di kawasan Jalan Pantura, tepatnya di perbatasan Desa Pajurangan dan Desa Curahsawo.

Dalam perjalanan menuju lokasi tujuan, situasi awal terlihat normal. Namun, beberapa meter sebelum tiba di toko, dua orang tak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha N-Max tiba-tiba mendekati korban dari sisi kanan. Tanpa banyak gerakan mencurigakan sebelumnya, pelaku langsung melancarkan aksinya dengan menarik gelang emas yang dikenakan korban.

“Waktu itu saya kaget, tiba-tiba dua orang naik motor N-Max memepet saya dan langsung menarik gelang yang saya pakai. Setelah gelang berhasil diambil, saya sempat mencoba mengejar pelaku, namun terjatuh,” ujar korban saat menceritakan kejadian tersebut pada Selasa siang (7/4/2026).

Akibat insiden tersebut, korban mengalami sejumlah luka fisik, di antaranya luka pada bagian wajah, lecet di kaki, serta memar pada tangan kanan. Meski dalam kondisi terluka, korban sempat berupaya mengejar pelaku hingga ke arah kawasan wisata Pantai Bentar. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena pelaku berhasil melarikan diri dengan cepat.

Warga sekitar yang mengetahui kondisi korban kemudian memberikan pertolongan. Mereka segera menghubungi pihak keluarga dan membawa korban ke Puskesmas Gending untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari keterangan korban, pelaku berjumlah dua orang. Pengendara sepeda motor disebut memiliki postur tubuh gemuk dan mengenakan jaket, sementara pelaku yang dibonceng bertubuh lebih kurus. Sayangnya, wajah keduanya tidak dapat dikenali dengan jelas karena situasi berlangsung cepat.

“Polisi sudah datang dan meminta keterangan. Akibat kejadian ini, sesuai harga emas, kerugian mencapai sekitar Rp12 juta,” imbuh Dwi Prihantina.

Saat ini, kasus penjambretan tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian dari Polsek Gending. Aparat tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas pelaku serta mencegah kejadian serupa terulang di wilayah tersebut. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow