Jalur Wisata Gunung Bromo Disterilkan Selama Sepekan
Penutupan sementara wisata Gunung Bromo selama sepekan dilakukan untuk pemulihan ekosistem, pembersihan kawasan, serta peningkatan layanan sebelum kembali dibuka untuk wisatawan
MALANG, SJP – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup sementara aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Penutupan ini berlangsung selama satu pekan, mulai 6 April hingga 12 April 2026.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk memberi ruang pemulihan bagi ekosistem kawasan konservasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata.
“Benar, Bromo ditutup pada 6 April mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 12 April pukul 10.00 WIB,” ujar Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, belum lama ini.
Ia menjelaskan, masa penutupan ini menjadi momentum penting untuk menjaga keberlangsungan alam di kawasan Bromo. Selain itu, pihak pengelola juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan wisata.
“Seminggu ke depan kami menyiapkan berbagai langkah sebagai momentum pemulihan ekosistem, sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata,” tambahnya.
Selama periode sterilisasi, kawasan tidak dibiarkan kosong. Pengelola telah menyiapkan sejumlah agenda, mulai dari aksi bersih-bersih sampah yang meningkat pascalibur panjang hingga sosialisasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT).
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan saat kawasan kembali dibuka.
Kawasan Gunung Bromo dijadwalkan kembali dibuka dan menyambut wisatawan pada Minggu pagi, 12 April 2026, dengan kondisi yang lebih bersih dan asri. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

