Daya Beli Turun, Kota Batu hanya Dikunjungi 10 Ribu Wisatawan per Hari selama Long Weekend
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto pada Sabtu (31/5/2025) menjelaskan bahwa data kunjungan saat ini masih dalam tahap rekapitulasi karena sebagian besar pelaku wisata belum mengirimkan laporan resmi kunjungan ke tempat usaha mereka belum mencerminkan data keseluruhan.
KOTA BATU, SJP—Libur panjang dalam rangka Hari Kenaikan Yesus Kristus dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata. Termasuk ke Kota Batu.
Berdasarkan data sementara Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, kunjungan wisatawan selama long weekend kali ini diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang per hari.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto menjelaskan, data kunjungan saat ini masih dalam tahap rekapitulasi. Karena sebagian besar pelaku wisata belum mengirimkan laporan resmi.
“Perkiraan rata-rata per hari kunjungan ke Kota Batu bisa mencapai 10 ribu wisatawan. Dengan kunjungan tertinggi tercatat di Alun-Alun Kota Batu dan kawasan Jatim Park Group,” ujarnya, Sabtu (31/5/2025).
Onny menambahkan, meski terbilang cukup tinggi, angka tersebut berpotensi lebih rendah dibandingkan periode long weekend serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu indikatornya terlihat dari tingkat hunian hotel yang meski mencapai 70 persen pada puncak libur, tidak menunjukkan kenaikan signifikan jika dibandingkan long weekend tahun lalu yang bahkan bisa menyentuh okupansi hampir penuh.
Kondisi ini turut diperkuat oleh fakta bahwa banyak hotel dan pelaku usaha akomodasi di Kota Batu justru menurunkan harga kamar hotel antara 20 hingga 40 persen. Penyesuaian harga ini, menjadi indikator adanya perubahan daya beli masyarakat.
“Penurunan harga yang dilakukan pelaku usaha, khususnya sektor akomodasi, tidak lepas dari kondisi daya beli masyarakat yang saat ini belum sepenuhnya pulih. Ini tentu berdampak pada tren wisata secara umum, termasuk angka kunjungan,” imbuhnya.
Onny menambahkan, penurunan daya beli dipengaruhi berbagai faktor. Termasuk kondisi ekonomi global serta kecenderungan masyarakat untuk lebih selektif dalam membelanjakan uangnya untuk liburan.
“Tren wisata saat ini menunjukkan pergeseran. Masyarakat lebih banyak mencari wisata hemat. Lebih banyak datang one day trip tanpa menginap. Ini juga yang membuat angka kunjungan ke destinasi tinggi. Namun tidak sepenuhnya berdampak langsung pada okupansi hotel,” paparnya.
Disparta sendiri saat ini masih terus mengumpulkan data dari 91 jasa usaha akomodasi dan 45 daya tarik wisata (DTW) yang tersebar di seluruh wilayah Kota Batu.
Rekapitulasi lengkap akan dilakukan usai akhir pekan untuk memastikan data kunjungan dan tren pergerakan wisatawan.
Onny berharap, meski ada penurunan daya beli, pelaku wisata di Kota Batu bisa tetap kreatif dalam menawarkan paket dan pengalaman wisata yang menarik, dengan harga yang sesuai pasar, agar tetap mampu menarik wisatawan di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Adaptasi adalah kunci. Kami mendukung pelaku wisata yang mampu berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kondisi pasar agar pariwisata Batu tetap menjadi tujuan utama liburan keluarga,” pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

