DPRD Gresik Luncurkan e-Asmara, Jaring 41 Aspirasi Warga dalam Sehari
Layanan ini diperkenalkan sebagai kanal baru untuk menyerap berbagai masukan dan keluhan dari masyarakat secara daring.
GRESIK, SJP — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, secara resmi meluncurkan layanan pengaduan digital bernama e-Asmara atau Aspirasi Masyarakat.
Layanan ini diperkenalkan sebagai kanal baru untuk menyerap berbagai masukan dan keluhan dari masyarakat secara daring.
Sejak diluncurkan pada Jumat (7/11/2025), kanal digital tersebut langsung mendapat respons positif dari warga.
Tercatat sebanyak 41 aspirasi telah masuk, dengan rincian 9 aspirasi diteruskan untuk ditindaklanjuti, dan 14 aspirasi ditolak.
Penolakan terhadap sejumlah laporan tersebut didasarkan pada beberapa alasan, antara lain identitas pelapor yang belum dapat dipertanggungjawabkan, kewenangan yang berada di luar daerah, hingga terindikasi sebagai laporan fiktif.
Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, menyatakan bahwa kehadiran e-Asmara ini akan membantu menertibkan mekanisme penanganan aspirasi publik yang selama ini sudah berjalan.
"Sebelum kami membuka kanal resmi ini, kami sudah mengakomodasi keluhan masyarakat. Ada beberapa yang sudah selesai dan ada yang masih dalam pendampingan," ujar Syahrul.
Ia menjelaskan, seluruh aduan yang masuk melalui e-Asmara akan terdokumentasi dalam sistem, sehingga proses penindaklanjutan dapat dipantau dengan mudah oleh pelapor hingga tuntas. Layanan digital ini merupakan salah satu sarana dalam menjalankan fungsi kelembagaan DPRD sebagai penerima aspirasi.
Selain kanal digital, DPRD Gresik menegaskan tetap mempertahankan layanan tatap muka melalui agenda Kamis Aspirasi yang diadakan setiap pekan.
"Setiap Kamis, kami secara formal termonitor dan menerima aduan-aduan dari masyarakat dan ditindaklanjuti ke komisi masing-masing," terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Mujid Ridwan menekankan pentingnya komitmen bersama antara dewan dan Pemerintah Daerah dalam menindaklanjuti setiap pengaduan.
"Terutama di musim hujan seperti sekarang, banyak masalah mendesak yang membutuhkan penanganan serius. Masyarakat sering merasa persoalan tidak selesai tanpa pendampingan dewan," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

