Damar Kurung Tak Terawat, Pemkab Gresik Dinilai Setengah Hati Lestarikan Budaya
Lampion Damar Kurung yang menggantung di PJU wilayah Kabupaten Gresik nampak memprihatinkan. Kondisinya tak terawat. Pegiat budaya menilai Pemkab Gresik setengah hati dalam pelestarian Damar Kurung tersebut.
GRESIK, SJP — Kondisi lampion Damar Kurung di sepanjang jalan kawasan Gresik Kota memprihatinkan. Lampion yang menjadi icon Kota Gresik yang terpasang menggantung di Penerangan Jalan Umum (PJU) itu kondisinya tidak terawat.
Hampir seluruhnya, gambar Damar Kurung tersebut terlihat kusam dan menguning. Bahkan beberapa di antaranya kondisi Damar Kurung terpantau robek dan rusak. Mirisnya, kondisi tersebut salah satunya terlihat jelas di depan Kantor Bupati Gresik, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.
Kondisi tersebut pun turut disoroti Pegiat Sejarah dan Kebudayaan Gresik Kris Adji AW, yang menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik setengah hati melestarikan budaya daerah.
"Untuk pelestarian budaya, kami harap Pemerintah bisa dimaksimalkan, tidak setengah hati," kata Kris, Rabu (21/5/2025).
Kris mengapresiasi inisiatif dari Pemkab Gresik melakukan pemajangan Damar Kurung menggantung PJU di sepanjang jalan depan Kantor Bupati Gresik. Namun ia menyebut, hendaknya pemajangan ikon kota Gresik itu harusnya disertai perawatan.
Menurut dia, kalau memang kondisi Damar Kurung sudah kusam dan tidak berwarna hendaknya diperbaiki. Bahkan, Damar Kurung beberapa sudah rusak harusnya diganti dengan yang baru.
"Termasuk pemajangan Damar Kurung yang berada di depan Kantor DPRD," jelasnya.
Lanjut Kris, dengan kondisi tersebut upaya pelestarian budaya dari Pemkab Gresik masih setengah hati dan perlu dimaksimalkan. Apalagi Damar kurung ini merupakan satu-satunya lampion yang bergambar dan bercerita di dunia.
Kemudian Damar Kurung ini juga merupakan warisan budaya tak benda nasional sejak tahun 2017 asal Kabupaten Gresik.
"Tinggal selangkah lagi, kalau mau kita bisa daftarkan ke Unesco untuk budaya dunia. Pemerintah setengah hati untuk pelestarian Damar Kurung. Kalau butuh dipakai, kalau tidak butuh ditinggal," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali, masih belum dapat dikonfirmasi karena diketahui masih menunaikan ibadah haji. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

