Kemendukbangga Jatim Apresiasi Bondowoso, Target MOW 2026 Tercapai 100 Persen
Berdasarkan data yang diterima Media ini, jumlah warga yang berminat mengikuti program MOW bahkan mencapai sekitar 300 orang, jauh melebihi kuota yang tersedia.
BONDOWOSO, SJP – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat melalui Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Timur. Hal itu ditunjukkan dengan tercapainya target pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) tahun 2026 yang mencapai 100 persen.
Dalam kegiatan pelayanan KB serentak yang digelar di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, Sabtu (20/6/2026), sebanyak 82 akseptor MOW berhasil dilayani. Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang diperingati pada 29 Juni mendatang.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, mengatakan, target awal pelayanan MOW di Bondowoso sebanyak 70 akseptor. Namun berkat tambahan kuota, jumlah peserta meningkat menjadi 82 orang dan seluruhnya berhasil terpenuhi.
"Alhamdulillah Kabupaten Bondowoso telah melaksanakan pelayanan KB serentak, khususnya MOW. Target awal 70 peserta kemudian bertambah menjadi 82 peserta dan seluruhnya tercapai 100 persen," kata Sadikin.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kuatnya dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso terhadap program pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.
Ia mengapresiasi kehadiran langsung jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut, mulai dari Wakil Bupati Bondowoso, Ketua Tim Penggerak PKK, Wakil Ketua TP PKK, hingga Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) bersama tim medis.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Ini menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendukung pelayanan KB kepada masyarakat," ujarnya.
Shodiqin menjelaskan, jumlah kuota MOW tahun ini memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi secara nasional akibat penyesuaian anggaran pemerintah pusat.
"Secara nasional anggaran APBN untuk program ini mengalami pengurangan sekitar 50 persen. Kalau sebelumnya bisa mencapai lebih dari seratus peserta, tahun ini Bondowoso mendapatkan kuota 82 peserta dan seluruhnya berhasil terserap," jelasnya.
Meski demikian, tingginya minat masyarakat Bondowoso terhadap program KB jangka panjang dinilai menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran keluarga dalam merencanakan kehidupan rumah tangga yang lebih berkualitas.
Berdasarkan data yang diterima pihaknya, jumlah warga yang berminat mengikuti program MOW bahkan mencapai sekitar 300 orang, jauh melebihi kuota yang tersedia.
"Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk ikut program KB semakin baik. Harapan kami pemerintah daerah tetap bisa memfasilitasi masyarakat yang belum terlayani melalui program-program daerah maupun layanan kontrasepsi jangka panjang lainnya," katanya.
Sebagai alternatif, Shodiqin menyebut masyarakat dapat memanfaatkan metode kontrasepsi jangka panjang seperti Intra Uterine Device (IUD) yang masa pakainya bisa mencapai delapan tahun atau implan yang efektif hingga tiga tahun.
Menurutnya, MOW merupakan pilihan bagi pasangan yang telah mantap untuk tidak memiliki anak lagi. Karena itu, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah memiliki anak, mendapatkan persetujuan pasangan, serta mempertimbangkan kondisi keluarga secara matang.
"Yang paling penting ada kesepakatan suami dan istri bahwa mereka memang sudah mantap tidak ingin menambah anak lagi. Itu menjadi dasar utama sebelum mengikuti MOW," tegasnya.
Terkait keamanan prosedur, Shodiqin memastikan MOW merupakan metode kontrasepsi yang sangat efektif dan telah lama diterapkan dalam program KB nasional. Berdasarkan pengalaman dan kajian medis, tingkat keberhasilannya sangat tinggi dengan risiko yang relatif rendah apabila dilakukan sesuai prosedur oleh tenaga kesehatan yang kompeten.
Ia berharap ke depan kuota pelayanan MOW di Bondowoso dapat kembali ditingkatkan mengingat tingginya animo masyarakat serta kebutuhan pengendalian pertumbuhan penduduk yang terus berkembang.
"Tadi juga menjadi harapan Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar kuota pelayanan MOW bisa ditingkatkan lagi, minimal setara dengan tahun-tahun sebelumnya. Aspirasi ini tentu akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat untuk menjadi bahan pertimbangan ke depan," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

