Wismilak Bidik Pertumbuhan Double Digit Lewat SKT Slim Click, Kenaikan Trend 5 Persen Pasar Perkuat Serapan Tenaga Kerja
Perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan inovasi produk pada level double digit tahun ini, lebih tinggi dibandingkan tren pertumbuhan historis yang rata-rata mencapai sekitar 5 persen setiap tahun.
SURABAYA, SJP — PT Gelora Djaja membidik pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026 melalui pengembangan Sigaret Kretek Tangan (SKT) Wismilak Slim Click.
Direktur Marketing PT Gelora Djaja, Yudhistira Eka Saputra, mengatakan perusahaan saat ini mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan yang tersebar di fasilitas produksi Surabaya dan Bojonegoro.
Target double digit tersebut, kata Yudhistira diharapkan melanjutkan tren pertumbuhan perusahaan yang selama ini berada di kisaran 5 persen per tahun, sekaligus memperkuat penyerapan tenaga kerja di sektor industri hasil tembakau.
Tak hanya itu, Ia melanjutkan optimalisasi pasar PT Gelora Djaja juga memperlihatkan langsung proses produksi SKT yang menjadi salah satu tulang punggung industri padat karya nasional.
Saat meninjau area produksi, ia menunjukkan skill keterampilan pekerja SKT (Sigaret Kretek Tangan) yang mampu menghasilkan sekitar 2.100 hingga 3.000 batang rokok per hari.
Produktivitas itu, sebutnya menjadi bukti bahwa industri kretek tangan masih memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga roda ekonomi masyarakat.
Tak hanya itu, kata dia capaian keberhasilan inovasi produk akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha sekaligus menjaga stabilitas tenaga kerja.
“Kami masih mengoptimalkan tenaga kerja yang ada. Namun apabila kebutuhan produksi meningkat seiring pertumbuhan pasar, tentu akan memberikan dampak positif terhadap kebutuhan tenaga kerja,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Yudhistira menjelaskan capaian rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menjadi pengakuan atas kreativitas perusahaan sekaligus motivasi untuk terus menghadirkan inovasi baru.
Dikatakannya, salah satu hasil pengembangan tersebut adalah Wismilak Slim Click, produk SKT dengan teknologi kapsul rasa (capsulated flavor) yang diluncurkan pada penghujung 2025.
Menurut dia, respons pasar terhadap produk tersebut menunjukkan tren positif sejak tahap uji coba hingga peluncuran.
"Wismilak Slim Click menyasar konsumen dewasa, khususnya kelompok usia 21 hingga 30 tahun yang memiliki minat terhadap kategori rokok berperisa. Terutama mengahadapi tantangan ekonomi, PT Gelora Djaja tetap menempatkan inovasi sebagai strategi utama pertumbuhan," tambahnya.
Yudhistira juga optimis, selain memperkuat pemasaran Wismilak Slim Click, perusahaan juga terus menjalankan riset dan pengembangan guna menghadirkan produk-produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Saat ini PT Gelora Djaja memiliki sekitar 30 hingga 50 varian produk yang mencakup SKT, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan berbagai produk rokok filter.
Menurutnya, dengan dukungan inovasi, penguatan pasar, serta optimalisasi tenaga kerja, perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan pada level double digit tahun ini, lebih tinggi dibandingkan tren pertumbuhan historis yang rata-rata mencapai sekitar 5 persen setiap tahun.
"Bagi PT Gelora Djaja, pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari peningkatan penjualan, tetapi juga dari kemampuan menjaga industri padat karya tetap berkembang," jelasnya.
Karena itu, tuturnya target pengembangan Wismilak Slim Click diharapkan tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, melainkan juga memberikan manfaat ekonomi bagi ribuan pekerja yang menjadi bagian dari rantai produksi industri kretek nasional.
Senada, Presiden direktur PT Gelora Djaja, Krisna Tanimihardja menambahkan Melalui pertumbuhan bisnis yang sehat, perusahaan berharap dapat terus membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.
“Kami ingin bisnis yang kami jalankan memiliki budaya kerja yang baik, lingkungan kerja yang sehat, serta mampu memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, PT Gelora Djaja secara rutin menyelenggarakan program kompetisi inovasi internal yang melibatkan seluruh karyawan.
Dalam program itu, para pekerja diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide bisnis maupun gagasan perbaikan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
“Setiap tahun kami mengadakan kompetisi inovasi. Semua karyawan dapat mengajukan ide bisnis, baik yang berkaitan dengan produk, proses kerja, efisiensi, maupun upaya meningkatkan kepuasan konsumen,” jelas Krisna. (**)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

