Cari Keadilan Lewat Jalur Langit, Advokat KAI Nganjuk Rutinkan Pembacaan Kasidah Burdah
Kegiatan rutin ini diinisiasi sebagai wadah bagi KAI untuk sejenak menanggalkan jubah hukum dan bersimpuh dalam lantunan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
NGANJUK, SJP — Suasana religius menyelimuti jajaran Kongres Advokat Indonesia (KAI) Nganjuk saat menggelar pembukaan perdana kegiatan Rutinan Riyadah Salawat Kasidah Burdah. Acara yang dihadiri oleh para praktisi hukum, tokoh agama, dan masyarakat umum ini menjadi momentum spiritual di tengah kesibukan dunia peradilan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, panggung acara dihiasi dekorasi bunga berwarna-warni sebagai simbol kegembiraan menyambut majelis ilmu dan zikir. Terpampang latar belakang bertuliskan "Rutinan Riyadah Salawat Indah Burdah" yang menjadi identitas baru gerakan religi tersebut.
Kegiatan rutin ini diinisiasi sebagai wadah bagi KAI untuk sejenak menanggalkan jubah hukum dan bersimpuh dalam lantunan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Kasidah Burdah, karya monumental Imam al-Busiri, dipilih sebagai inti amalan karena diyakini memiliki fadilah (keutamaan) penyembuh dan penenang jiwa.
"Kami ingin profesi advokat tidak hanya tajam dalam membela keadilan di bumi, tetapi juga memiliki sandaran spiritual yang kuat kepada Sang Maha Adil," ujar salah satu pengurus KAI Nganjuk, HM Aris Mujiono, di sela-sela acara, Jumat (24/4/2026) malam.
Hadir di tengah acara yang berlangsung di kediaman HM Aris Mujiono tersebut, Gus M. Zamroji (Khodim MMA) dan Gus Saifullah Cepoko.
Mereka hadir untuk melantunkan ayat suci, zikir, riyadah, serta syiar kasidah, sekaligus menguatkan tali silaturahmi bersama masyarakat Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk.
HM Aris Mujiono menyatakan bahwa salawat bagi umat Islam merupakan bagian dari perintah Allah SWT dan bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
"Salawat adalah bentuk ketaatan terhadap perintah Allah SWT (QS. Al-Ahzab: 56) dan wujud penghormatan serta doa umat Islam untuk Nabi Muhammad SAW," kata HM Aris, Sabtu (25/4/2026).
Aris juga menyampaikan bahwa salawat dari Allah bermakna rahmat, dari malaikat bermakna istigfar, dan dari umat bermakna doa, pujian, serta pengagungan. Hal tersebut diyakini membawa berkah, dikabulkannya hajat, dan menjadi amalan yang pasti diterima.
"Sebagaimana pandangan jumhur mayoritas ulama yang bersumber dari penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis, salawat dari Allah adalah rahmat, salawat dari malaikat adalah istigfar, dan salawat dari umat adalah doa atau pujian seperti yang malam ini kita lakukan bersama," lanjutnya.
Aris turut memberikan apresiasi kepada panitia pembukaan rutinan riyadah yang baru pertama kali dilaksanakan ini. Kegiatan tersebut rencananya digelar setiap malam Sabtu agar memancarkan kesejukan, ketenteraman, serta keberkahan bagi masyarakat Malangsari dan segenap bangsa Indonesia.
"Semoga malam ini menjadi malam yang bersejarah bagi kita, karena menjadi pembukaan pertama dari rangkaian rutinan riyadah yang insyaallah akan konsisten kita laksanakan setiap malam Sabtu," ungkapnya.
Pimpinan Majelis Munajad Al-ghisni (MMA), Gus M. Zamroji, menyampaikan bahwa kegiatan rutinan riyadah bersama Kasidah Salawat Burdah ini bertujuan mendekatkan diri kepada Allah, memohon syafaat Nabi, dan meraih keberkahan. Selain itu, kegiatan ini diniatkan untuk memperkuat basis kerukunan serta kesatuan hati seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan global.
"Rutinan riyadah bersama Kasidah Salawat Burdah ini diadakan pertama kali di kediaman HM Aris Mujiono, Dusun Krajan, Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom. Insyaallah rutin dilaksanakan tiap malam Sabtu," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

