Bulog Bondowoso Dikabarkan Overload, Petani Terpaksa Jual Gabah dengan Harga Murah

Petani terpaksa menjual dengan harga murah Rp 5.900 per kilogram kepada gudang atau penggilingan kecil, karena tidak memiliki tempat penyimpanan gabah.

23 Apr 2025 - 19:45
Bulog Bondowoso Dikabarkan Overload, Petani Terpaksa Jual Gabah dengan Harga Murah
Gabah milik petani di salah satu gudang penggilingan (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Petani di Kabupaten Bondowoso yang saat ini tengah memanen padinya, dihadapkan dengan sebuah dilema. Pasalnya, padi yang mereka tanam harus dipanen, karena sudah menguning, sedangkan jaminan gabah mereka untuk dibeli oleh Bulog, belum ada kepastian.

Saat ini, beredar info di kalangan petani, jika Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso tengah mengalami overload pembelian gabah. Sehingga, petani tidak bisa menjual gabahnya kepada Bulog.

Dilematika ini dirasakan salah seorang petani di Kecamatan Grujugan. Di mana saat ini dirinya harus rela menjual gabah ke tengkulak dengan harga Rp 5.900 per kilogram, jauh lebih rendah dari harga Bulog, yakni Rp 6.500 per kilogram. 

“Mau tidak mau, ya harus kami jual dengan harga Rp 5.900 per kilogram. Kami tidak bisa menjual ke Bulog, karena sejak Lebaran informasinya sudah overload,” ungkap pria berinisial S ini saat dihubungi suarajatimpost.com pada Rabu (23/4/2025).

Dikabarkan Overload Sebelum Lebaran 

Petani di Bondowoso ternyata mendapatkan kabar jika Bulog Kantor Cabang Bondowoso overload sebelum Lebaran 2025 lalu. Padahal, kondisi gudang Bulog pada tanggal 26 Maret 2025 masih banyak yang kosong.

“Itu saya dapat info sebelum Lebaran sudah overload. Hal itu dikarenakan terlalu banyak gabah yang masuk, atau memang fasilitas penyimpanan di gudang itu kurang memadai, kami tidak tahu,” ujar petani asal Kecamatan Grujugan ini.

Akibatnya, karena tidak bisa menjual gabah ke Bulog, petani di Bondowoso menjual ke gudang-gudang kecil yang harganya di kisaran Rp 5.900 per kilogram. 

“Ya terpaksa kami jual dengan harga murah, karena sampai saat ini tanggal 23 April 2025, Bulog masih overload,” tambahnya.

Sementara itu, kabar overload sebelum Lebaran 2025, ternyata berbanding terbalik dengan kondisi dan fakta di lapangan. Karena pada tanggal 26 Maret 2025, saat Forkopimda melakukan sidak, kondisi gudang di Bulog Bondowoso banyak yang kosong.

Artinya, alasan overload yang diterima oleh petani tidak masuk akal. Bahkan, pernyataan Kepala Cabang Bulog Bondowoso pada tanggal 26 Maret 2025, atau H-4 Lebaran mengungkap serapan gabah dan beras kepada sejumlah wartawan.

Kuat dugaan ada pihak yang bermain dalam serapan gabah petani di Bondowoso. Mengingat, praktik ini sangat menggiurkan dengan pola-pola yang masif, rapi dan terstruktur, dengan menyebarkan info jika Bulog overload.

Serapan Gabah Lamban

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso-Situbondo, Hesty Retno Kusumastuti mengungkap, serapan gabah sejak Februari hingga akhir Maret 2025 baru mencapai sekira 1.600 ton dengan target sekira 8.900 ton sampai akhir April 2025. 

Sedangkan, untuk serapan berasnya, sampai akhir bulan April 2025, ditargetkan menyerap sebanyak 20 ribu ton beras. Namun, pada akhir Maret 2025, serapan beras di Bulog Bondowoso masih di angka 1.600 ton.

“Posisi saat ini kita di 1.600 ton, targetnya hampir 9 ribu ton, 8.900 sekian ton. Berasnya, itu juga masih 1.600 ton dari target 20 ribu ton. Jadi masih jauh jika sampai April 2025,” ungkapnya, Rabu (26/3/2025) lalu.

Hesty menilai, saat itu kendalanya adalah jumlah penggilingan yang menjadi mitra Bulog hanya 28 penggilingan, yang sebagian menyerap gabah dan lainnya memproduksi berasnya untuk dikirim ke Bulog.

“Ada banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan serapan, salah satunya adalah jumlah penggilingan padi yang hanya 28 mitra saja. Itu kita maksimalkan, karena kami tidak mempunyai sentra penggilingan padi sendiri, jadi kita manfaatkan mitra kami,” ungkapnya.

Bulog Tetap Serap Gabah Petani?

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso-Situbondo, Hesty Retno Kusumastuti belum memberikan penjelasan, atas kabar jika Bulog saat ini tidak bisa menyerap gabah milik petani, karena alasan overload.

Meski dihubungi melalui chat WhatsApp pada Rabu (23/4/2025), dirinya belum memberikan klarifikasi kepada suarajatimpost.com, atas kebenaran informasi tersebut.

Namun, petani harus mengetahui jika sampai saat ini Bulog Bondowoso masih melakukan pengadaan atau menyerap beras dan gabah dari petani. Hal itu didasarkan pada postingan akun resmi Instagram milik Bulog Kantor Cabang Bondowoso.

Dilansir dari akun Instagram @bulog.bondowoso pada postingan tanggal 23 April 2025, Bulog Bondowoso masih melakukan serapan beras dan gabah. Sedangkan informasi di tingkat petani, Bulog tidak menyerap gabah lagi, karena alasan overload. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow