Krisis Energi di Pulau Bawean Gresik, Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp55 Ribu

Terhentinya distribusi logistik mengakibatkan kelangkaan akut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji, yang berdampak pada meroketnya harga pasar hingga tiga kali lipat dari harga normal.

27 Jan 2026 - 16:00
Krisis Energi di Pulau Bawean Gresik, Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp55 Ribu
Gas Elpiji 3 kg di pangkalan. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Cuaca buruk yang melanda perairan Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir memicu krisis energi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. 

Terhentinya distribusi logistik mengakibatkan kelangkaan akut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji, yang berdampak pada meroketnya harga pasar hingga tiga kali lipat dari harga normal, Selasa (27/1/2026).

Di Kecamatan Tambak, harga gas Elpiji melon ukuran 3 kilogram (kg) dilaporkan sempat menyentuh angka Rp55.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000. 

Kondisi serupa terjadi pada Elpiji 12 kg yang menembus harga Rp300.000 per tabung sebelum akhirnya stok dinyatakan kosong total di tingkat pengecer.

Firman, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kelangkaan energi ini telah melumpuhkan sekitar 40 persen aktivitas harian masyarakat, mulai dari sektor perdagangan, mobilitas pekerja, hingga dunia pendidikan.

"Aktivitas pasar sepi, warga yang mau bekerja terhambat, bahkan banyak siswa tidak masuk sekolah karena tidak ada bensin. Transportasi laut juga terhenti akibat cuaca," ujar Firman saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Menanggapi situasi darurat tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan adanya kendala distribusi akibat faktor alam. 

Kapal pengangkut BBM dari supply point Terminal BBM Tanjungwangi yang seharusnya sandar pada tanggal 25 Januari 2026, baru bisa merapat pada 26 Januari 2026 akibat gangguan cuaca.

Sementara untuk pasokan gas, Ahad menjelaskan bahwa kapal pengangkut Elpiji baru mendapatkan izin berlayar pada Senin (26/1/2026) dan diproyeksikan bersandar di Bawean pada Selasa sore ini.

"Kapal yang sedang dalam perjalanan membawa lebih dari 9.000 tabung Elpiji. Jumlah ini kami harapkan mampu menormalisasi kebutuhan masyarakat di Pulau Bawean dan sekitarnya," terang Ahad.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah menginstruksikan seluruh pangkalan resmi untuk memprioritaskan penjualan langsung kepada konsumen rumah tangga guna menekan praktik spekulasi harga di tingkat pengecer.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap membeli di pangkalan resmi guna mendapatkan harga sesuai HET. 

Pihak manajemen memastikan stok nasional mencukupi, namun proses pengiriman tetap akan sangat bergantung pada mitigasi cuaca buruk yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow