Hujan Deras di Puncak Gunung Semeru, Masyarakat Diminta Waspada Banjir Lahar

BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Gunung Semeru hari ini. Waspadai potensi banjir lahar hujan dan longsor di wilayah Lumajang serta Malang.

18 Jan 2026 - 15:15
Hujan Deras di Puncak Gunung Semeru, Masyarakat Diminta Waspada Banjir Lahar
Banjir lahar dalam skala kecil sudah di Besuk Kobokan, Lumajang. (Foto: Dokumentasi Rizky)

LUMAJANG,SJP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem di kawasan Gunung Semeru dan sekitarnya pada Minggu, 18 Januari 2026.

Dari pemantauan media sosial Pos Pantau Gunung Semeru PVMBG, banjir lahar mulai datang sekitar pukul 15.00. Dalam rekaman video warga yan bernama Rizky, air dalam skala kecil sudah masuk areal Besuk, Kobokan.  

Semua bermuara dari guyuran hujan deras di kawasan Puncak Semeru. Berdasarkan hasil pantauan citra radar cuaca, wilayah tersebut dilaporkan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dimulai sejak pukul 14.25 WIB.

Kondisi cuaca ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga pukul 16.25 WIB dengan pergerakan awan hujan yang perlahan menuju ke arah Timur-Tenggara.

Peringatan ini mencakup sejumlah wilayah administratif di dua kabupaten, yakni Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Untuk wilayah Kabupaten Lumajang, titik hujan terkonsentrasi di Kecamatan Pasrujambe, Pronojiwo, dan Senduro.

Sementara itu, di Kabupaten Malang, cuaca ekstrem terpantau meliputi wilayah Kecamatan Poncokusumo, Wajak, Ampelgading, hingga Tirtyudo. BMKG memprediksi bahwa intensitas hujan ini masih berpotensi bertahan hingga dua jam ke depan.

Tingginya curah hujan di hulu Gunung Semeru memicu kekhawatiran akan terjadinya bencana hidrometeorologi susulan. BMKG secara khusus memperingatkan adanya potensi ancaman banjir lahar hujan, banjir bandang atau galodo, serta risiko tanah longsor.

Wilayah yang dinilai memiliki risiko dampak paling tinggi meliputi Pasrujambe dan Pronojiwo di Kabupaten Lumajang, serta Kecamatan Poncokusumo di Kabupaten Malang. Masyarakat yang berada di jalur aliran sungai diharapkan meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap perubahan debit air secara mendadak.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan segera menjauhi kawasan bantaran sungai.

Selain itu, warga diminta untuk menghindari aktivitas di sekitar lereng yang rawan longsor serta terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat juga diharapkan selalu mematuhi arahan dan panduan dari pemerintah daerah maupun petugas kebencanaan di lapangan guna meminimalkan risiko jatuhnya korban.

Selain imbauan kepada warga, BMKG juga meminta Pemerintah Daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah mitigasi dan pengurangan risiko bencana di lokasi yang berpotensi terdampak.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penyebarluasan informasi peringatan dini secara masif kepada warga setempat serta mempertimbangkan penutupan sementara lokasi-lokasi rawan yang berisiko tinggi. Langkah antisipasi ini dinilai sangat krusial mengingat durasi hujan yang diprediksi masih akan berlanjut. (**)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow