BTT Kota Batu Tersisa 81 Persen di Pertengahan Februari 2025

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu Eny Rachyuningsih pada Kamis (13/2/2025) menjelaskan bahwa anggaran BTT tahun 2025 memang dipersiapkan untuk kebutuhan darurat dan mendesak yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. Beberapa di antaranya mencakup penanganan bencana alam, bencana non-alam, hingga bencana sosial yang apabila tidak segera ditangani dapat berdampak lebih buruk.

13 Feb 2025 - 20:11
BTT Kota Batu Tersisa 81 Persen di Pertengahan Februari 2025
Virus PMK yang menyerang sapi di Kota Batu (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Memasuki pertengahan Februari 2025, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kota Batu menyisakan 81 persen dari total anggaran sebesar Rp 23,6 miliar. Sejak awal tahun, sebesar Rp 4,47 miliar atau sekitar 19 persen dari BTT telah direalisasikan untuk penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kota Batu.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu Eny Rachyuningsih pada Kamis (13/2/2025) menjelaskan bahwa anggaran BTT tahun 2025 memang dipersiapkan untuk kebutuhan darurat dan mendesak yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. Beberapa di antaranya mencakup penanganan bencana alam, bencana non-alam, hingga bencana sosial yang apabila tidak segera ditangani dapat berdampak lebih buruk.

“Dari total realisasi itu, anggaran digunakan untuk kebutuhan mendesak, seperti penanganan PMK pada hewan ternak dan bencana alam. Saat ini, sisa anggaran BTT adalah sekitar Rp19,13 miliar,” jelasnya.

Penyerapan anggaran terbesar pada awal tahun ini digunakan untuk penanganan wabah PMK yang menjangkiti hewan ternak di Kota Batu. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menjadi salah satu organisasi perangkat daerah yang mendapatkan alokasi anggaran BTT untuk mengatasi penyebaran wabah tersebut.

Selain untuk penanganan PMK, anggaran BTT juga digunakan untuk penanggulangan bencana alam yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Salah satunya dialokasikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu untuk membangun plengsengan di depan TK Teratai, Jalan Patimura, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, yang mengalami longsor akibat hujan deras dan tergerus aliran sungai.

“Sisa anggaran yang ada diharapkan bisa mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun, terutama untuk menghadapi kemungkinan bencana alam mengingat cuaca yang tidak menentu. Kami akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi dengan SKPD terkait,” imbuhnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Jaringan Irigasi Dinas PUPR Kota Batu, Wendy Prianya, menyatakan bahwa longsoran tanah tersebut sempat menutup aliran sungai dan membahayakan bangunan TK yang jaraknya hanya beberapa meter dari titik longsor.

“Pembangunan plengsengan akan dilakukan sepanjang sekitar 60 meter dengan tinggi delapan meter, kami sudah melakukan assessment pada lokasi longsor dan kebutuhan anggaran untuk perbaikan mencapai Rp 860 juta. Saat ini masih dalam tahap perencanaan. Setelah perencanaan selesai, akan langsung dieksekusi untuk proses perbaikan,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow