BPS Catat Okupansi di Hotel Berbintang di Mojokerto Tertinggi di Jawa Timur
Di tengah penurunan kunjungan wisatawan, Mojokerto justru mencatat TPK hotel berbintang tertinggi di Jawa Timur pada November 2025, terdongkrak gelaran event pariwisata dan internasional.
SURABAYA, SJP – Sektor akomodasi di Jawa Timur menunjukkan kinerja positif pada November 2025, di tengah menurunnya mobilitas wisatawan nusantara (Wisnus) maupun manca negara (Wisman).
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 52,82 persen, atau meningkat 0,19 poin dibandingkan Oktober 2025.
Kota Mojokerto muncul sebagai daerah dengan TPK hotel berbintang tertinggi di Jawa Timur, mencapai 70,86 persen, mengungguli daerah lain seperti Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.
Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, mengungkapkan penguatan sektor akomodasi itu tidak lepas dari masih tingginya aktivitas pariwisata berbasis event, pertemuan, dan kegiatan berskala nasional hingga internasional.
"Kondisi itu menunjukkan bahwa meskipun jumlah kunjungan wisatawan mengalami koreksi secara bulanan," jelas Zulkipli, Minggu (11/1/2026)
"Aktivitas pariwisata yang berkaitan dengan kegiatan bisnis, pertemuan, dan agenda berskala tertentu masih mampu menopang kinerja hotel, khususnya hotel berbintang," sambungnya.
Tingginya okupansi hotel berbintang di Mojokerto pada November 2025 sejalan dengan padatnya agenda pariwisata dan kegiatan berskala besar yang digelar di wilayah tersebut.
BPS Jatim mencatat beberapa kegiatan yang berlangsung pada periode itu, di antaranya Mojo Fest 2025 serta Travel Gathering ASIDEWI yang digelar di kawasan Mojokerto dan sekitarnya.
Selain itu, Jawa Timur juga menjadi tuan rumah Asian Science & Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools (ASMOPSS) 2025, sebuah ajang internasional yang diikuti delegasi dari enam negara, yang turut berkontribusi terhadap pergerakan tamu hotel berbintang.
Menurut Zulkipli, karakter tamu yang datang untuk kegiatan semacam itu umumnya memanfaatkan hotel berbintang, terutama kelas menengah hingga atas. Menunjukkan bahwa kenaikan hunian hotel juga didukung aktivitas MICE, atau Meetings (Pertemuan), Incentives (Insentif), Conferences (Konferensi), dan Exhibitions (Pameran)
"Peningkatan TPK pada November 2025 terutama didorong oleh kenaikan hunian pada hotel bintang empat dan lima," katanya.
Hotel Bintang Empat dan Lima Jadi Motor Kenaikan TPK
Secara rinci, BPS Jatim mencatat TPK hotel bintang empat naik 1,34 poin, sementara hotel bintang lima meningkat 0,36 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permintaan kamar masih kuat pada segmen hotel yang melayani tamu kegiatan resmi, bisnis, dan event.
"Angka TPK ini berarti pada bulan November 2025, dari setiap 100 kamar hotel berbintang yang tersedia di Jawa Timur, sekitar 52 hingga 53 kamar terjual setiap malam," sebut Zulkipli.
Sementara itu, TPK hotel non bintang juga mengalami kenaikan meski terbatas, yakni 22,06 persen, atau naik 0,07 poin dibandingkan Oktober 2025.
BPS Jatim menilai kinerja sektor akomodasi yang tetap menguat di tengah penurunan kunjungan wisatawan secara bulanan mencerminkan ketahanan industri perhotelan, khususnya di daerah yang aktif menggelar agenda pariwisata dan kegiatan berskala besar.
"TPK hotel yang tinggi di suatu daerah umumnya dipengaruhi oleh letak strategis, kedekatan dengan pusat kegiatan, serta kualitas layanan dan fasilitas hotel yang tersedia," pungkas Zulkipli. (*)
Editor : Danu
What's Your Reaction?

