BPBD Kota Malang Telusuri Penyebab Utama Banjir, Sedimen dan Sampah Sumbat Aliran Sungai
Bangunan di atas jalur sungai dan minimnya drainase mempersempit ruang air hingga meluap ke permukiman, sampah juga masih jadi pemicu.
KOTA MALANG, SJP – Pasca banjir yang merendam 39 titik di Kota Malang, BPBD Kota Malang bersama OPD teknis langsung mendatangi lokasi terdampak untuk menelusuri penyebab utama luapan air yang masuk ke rumah warga.
Dalam pemeriksaan awal, Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno kemukakan, curah hujan yang sangat tinggi juga menjadi penyebab banjir, sehingga mempercepat naiknya debit air di sebagian besar saluran.
“Memang curah hujan sangat tinggi, naik 40 persen. Jadi yang awalnya tidak ada masalah, karena curah hujan tinggi sehingga saluran air tidak bisa menampung,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
OPD teknis bersama Pemkot Malang kemudian menyoroti area Purwodadi, lokasi yang yang juga terdampak. Area menunjukkan adanya bangunan warga yang berdiri di atas jalur sungai dan selokan. Kondisi ini membuat ruang aliran air semakin sempit sehingga memicu banjir berulang.
“Lebih dari 10 tahun mereka membangun di situ dan selokan ada di bawahnya. Ruang air makin sempit dan aliran tidak lancar,” ungkap Prayitno.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD mengeluarkan himbauan kepada warga yang tinggal di zona rawan banjir agar memahami jalur penyelamatan dan mengamankan dokumen maupun barang berharga dan terus meningkatkan kewaspadaan.
“Rute evakuasi harus dipahami. Dokumen dan kendaraan sebaiknya diamankan di tempat lebih tinggi supaya tidak menambah kerugian jika banjir kembali terjadi,” pesannya.
Sebelumnya, pada Kamis (4/12/2025) sore, banjir melanda 39 titik yang tersebar di Kecamatan Blimbing, Lowokwaru, dan Sukun. Sejumlah titik mengalami luapan air hingga masuk ke rumah warga, beberapa kendaraan terseret arus, serta satu lokasi terdampak pohon tumbang. Data ini menjadi dasar evaluasi lanjutan BPBD dalam penanganan pasca banjir. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

