DKKM Dorong Topeng Malangan Jadi Ikon Lewat Loka Karya Bareng Disparbud
Loka Karya Topeng Malangan menekankan evaluasi, penguatan produksi, dan pendampingan DKKM agar penyajian seni topeng semakin tertata, relevan, serta layak sebagai ikon budaya Malang.
MALANG, SJP — Upaya mengangkat kembali kejayaan Topeng Malangan terus dimatangkan Dewan Kesenian Kabupaten Malang (DKKM) melalui Loka Karya Topeng Malangan yang digelar selama dua hari, Kamis–Jumat (4–5/12/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi teknis sekaligus penguatan produksi visual budaya topeng Malangan bagi 10 group di Kabupaten Malang yang ikut andil dalam agenda ini.
Ketua DKKM, Suroso, menegaskan bahwa topeng sebagai ikon kebudayaan Kabupaten Malang membutuhkan penataan yang lebih profesional, mulai dari manajemen produksi hingga format pementasan agar dapat bersaing di panggung yang lebih luas.
“Kesuksesan kegiatan ini salah satunya adalah manajemen produksi yang bagus. Semua harus tertata, terorganisir, tidak bisa sembarangan kalau ingin Topeng Malangan benar-benar naik kelas,” ujarnya, Jumat (05/12/2025) usai penutupan agenda loka karya, di Pendopo Agung.
Ia menjelaskan, DKKM bersama Disparbud Kabupaten Malang menjadi mitra teknis dalam pendampingan penyajian.
Menurut Suroso, evaluasi juga membahas hal teknis yakni durasi tiap grup mencapai standar pementasan, sekitar 45 menit, serta memberi evaluasi detail terhadap tampilan masing-masing kelompok.
Baik Pemkab dan DKKM melakukan pendampingan, mencakup penataan panggung, struktur garapan, hingga penyesuaian pesan-pesan pertunjukan agar relevan dengan isu terkini.
Salah satu faktor pendorong kebangkitan Topeng Malangan, lanjutnya, ialah tumbuhnya kreativitas seniman muda, termasuk generasi Gen Z, yang mulai aktif menggarap dan mempopulerkan kembali seni topeng di berbagai panggung.
Suroso menambahkan, sejumlah usulan muncul dari peserta loka karya, yakni pertunjukan diharapkan lebih padat, menarik, dan mudah diterima penonton modern.
Seluruh masukan tersebut, katanya, akan dirangkum dan disampaikan kepada para pelaku seni yang telah mengikuti sebelumnya.
“Harapannya, tahun depan tampilan bisa lebih baik, jumlah grup juga bisa bertambah. Yang penting, Topeng Malangan sebagai ikon Kabupaten Malang ini terus berkembang dan dilestarikan oleh generasi kita,” tutupnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

