Bondowoso Mantapkan Langkah Menuju Revalidasi UNESCO Global Geopark 2026

Upaya mempertahankan status Ijen sebagai UNESCO Global Geopark terus dilakukan Pemkab Bondowoso melalui meeting pra-revalidasi untuk memastikan kesiapan administrasi, teknis, dan sinergi lintas daerah menjelang 2026.

20 Nov 2025 - 20:46
Bondowoso Mantapkan Langkah Menuju Revalidasi UNESCO Global Geopark 2026
Acara Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Stakeholders Meeting Ijen UGGp di Hotel Grand Padis. (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Upaya mempertahankan status Ijen sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Meeting Ijen UGGp yang diarahkan untuk memperkuat sinergi menjelang proses revalidasi pada tahun 2026. 

Plt Kepala Disparbudpora Bondowoso, Andrie Antonio Zola, menyampaikan, kegiatan pra-revalidasi ini sebenarnya tidak termasuk dalam rangkaian resmi proses revalidasi. Namun, pihaknya mengambil inisiatif untuk melaksanakan pre-revalidasi sebagai langkah simulasi dan evaluasi awal.

Menurutnya, simulasi diperlukan agar seluruh persiapan dapat dikoreksi sejak dini. Mengingat agenda revalidasi dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026, langkah evaluasi awal menjadi penting untuk memetakan kekurangan sekaligus menyempurnakan kesiapan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Bondowoso sudah melakukan berbagai persiapan secara maksimal. Tapi kita perlu evaluasi menyeluruh. Pre-revalidasi ini membantu kita melihat apa yang harus dibenahi,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Pada tahapan teknis administrasi, Bondowoso telah mengirim berkas dosier kepada Badan Pengelola Geopark. Meski feedback resmi belum diterima, pria yang karib disapa Zola ini memastikan seluruh dokumen yang diwajibkan sudah diselesaikan dan dikirim sesuai agenda.

Dirinya juga menegaskan, dalam konteks pengelolaan geopark, tidak ada pemisahan antara Bondowoso dan Banyuwangi. Keduanya menyatu dalam satu identitas, yakni Geopark Ijen.

“Tidak ada Geopark Bondowoso atau Geopark Banyuwangi. Kita satu, Geopark Ijen. Pengelolanya memang berasal dari dua kabupaten, tapi status geoparknya tetap satu,” tegasnya, di sela-sela kegiatan Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Stakeholders Meeting Ijen UGGp Persiapan Revalidasi 2026 di Hotel Grand Padis.

Evaluasi pra-revalidasi ini sekaligus mengukur perkembangan sejak rekomendasi tahun 2023. Selama dua tahun terakhir, sejumlah persyaratan telah dipenuhi, dan kini seluruh tim kembali memetakan progres yang sudah dicapai.

Meski kondisi fiskal masih terbatas, pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung proses revalidasi. Andrie menegaskan bahwa mempertahankan status UGGp merupakan capaian internasional yang tidak boleh diabaikan.

“Walaupun kita dalam masa sulit, baik Bondowoso maupun Banyuwangi tetap berkomitmen. Ini prestasi internasional. Sangat disayangkan jika kita tidak fokus dan serius menghadapi revalidasi,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow