Bidik Konsumen Luar Negeri, Pemkot Batu Buka Peluang Ekspor di Sektor Pertanian

Kontrak kerja sama dengan pasar lokal maupun internasional adalah langkah strategis untuk memperluas akses pasar bagi petani

07 Mar 2025 - 17:29
Bidik Konsumen Luar Negeri, Pemkot Batu Buka Peluang Ekspor di Sektor Pertanian
Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat diwawancarai awak media. (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus berupaya membuka peluang ekspor bagi produk pertanian lokal.

Kolaborasi antara pemkot dan petani menjadi kunci dalam menjadikan sektor pertanian lebih kompetitif di pasar global.

Pemkot Batu tengah mencari konsumen dari luar negeri. Sementara petani, didorong untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi agar memenuhi standar internasional.

Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan, kontrak kerja sama dengan pasar lokal maupun internasional adalah langkah strategis untuk memperluas akses pasar bagi petani.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk pertanian Kota Batu dan memperkuat daya saing di tingkat global.

"Kami ingin produk pertanian Kota Batu naik kelas. Karena itu, kami berupaya menjalin kontrak kerja sama dengan pembeli dari luar negeri agar pasar ekspor semakin terbuka," ujar Nurochman, Jumat (7/3/2025).

Dia menambahkan, beberapa pasar lokal telah digandeng untuk menyerap hasil panen petani. Namun, agar pertanian Kota Batu berkembang lebih jauh, diperlukan pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, Pemkot Batu aktif menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak yang bisa menjadi pembeli tetap di tingkat internasional.

Sektor pertanian di Kota Batu sendiri memiliki potensi besar. Berdasarkan data Kota Batu dalam Angka 2025, produksi tanaman petsai atau sawi menjadi yang terbanyak dengan 10.119 ton.

Total produksi tanaman buah dan sayuran semusim mencapai 70.391 ton. Produksi wortel sebanyak 9.122 ton dan tomat sebanyak 8.407 ton. Keduanya sebagai komoditas utama.

Sementara untuk buah tahunan, ada jeruk siam/kepok yang menjadi unggulan dengan produksi sebanyak 33.711 ton. Disusul kemudian apel dengan jumlah produksi 14.028 ton.

Petani juga didorong meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar internasional. Hal ini mencakup penerapan teknologi pertanian modern, peningkatan produktivitas, serta pemenuhan standar ekspor yang ketat.

"Kami mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian yang lebih modern dan terintegrasi. Dengan adanya pembeli dari luar negeri, petani akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka," tambah Nurochman.

Pemkot Batu menargetkan pertanian tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi industri yang memiliki pasar luas dan berkelanjutan.

Sektor ini diharapkan dapat menjadi pilar ekonomi utama yang meningkatkan kesejahteraan petani dan membawa produk Kota Batu bersaing di pasar global. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow