Bermain Saat Hujan, Bocah 8 Tahun di Gresik Tewas Hanyut di Selokan

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan pada Rabu (4/2/2026) pagi, setelah terseret arus sejauh tiga kilometer dari titik awal kejadian.

04 Feb 2026 - 12:00
Bermain Saat Hujan, Bocah 8 Tahun di Gresik Tewas Hanyut di Selokan
Petugas saat melakukan evakuasi jasad bocah usia delapan tahun di Kabupaten Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP — Upaya pencarian terhadap Putri Dwi Jumrina Sari (8), bocah yang dilaporkan hanyut di selokan Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, berakhir duka. 

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan pada Rabu (4/2/2026) pagi, setelah terseret arus sejauh tiga kilometer dari titik awal kejadian.

Insiden maut tersebut terjadi pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, wilayah Driyorejo tengah diguyur hujan deras. Korban yang berasal dari Ngasem, Bojonegoro ini sedang bermain hujan bersama rekan sebayanya di sekitar selokan samping Masjid Miftahul Jannah.

Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, membenarkan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB di area rawa-rawa dalam kondisi tidak bernyawa.

"Jasad korban ditemukan tersangkut di rawa, berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi awal terpeleset. Tim langsung mengevakuasi jenazah ke puskesmas terdekat," ujar Kompol Musihram, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, rekan korban melihat langsung detik-detik Putri terpeleset dan masuk ke dalam selokan yang arusnya tengah meningkat tajam akibat hujan. 

Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua korban yang diteruskan ke layanan darurat 112.

Merespons laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta relawan segera melakukan penyisiran. 

Meski operasi SAR telah dilakukan hingga tengah malam, derasnya arus dan minimnya jarak pandang sempat menyulitkan petugas hingga pencarian dilanjutkan kembali pada Rabu pagi.

Atas peristiwa tragis ini, pihak kepolisian meminta masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada musim penghujan.

"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada mengawasi anak-anak saat cuaca ekstrem, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tutup Kompol Musihram. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow