Pemkot Mojokerto Resmikan Wahana Susur Sungai Ngotok di Kawasan Taman Bahari Mojopahit
Perahu Tradisional, tarif normal Rp 20.000. Khusus masa uji coba (Januari–Maret 2026), diberlakukan tarif promo sebesar Rp 10.000 untuk rute pulang-pergi sejauh 5 km. Speedboat, dibanderol dengan tarif Rp 80.000 dan terakhir Jetski tersedia dengan tarif Rp 200.000.
KOTA MOJOKERTO, SJP — Kota Mojokerto secara resmi menambah khazanah destinasi wisata menyusul dilakukannya soft launching wahana Susur Sungai Ngotok di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Sabtu (10/1/2026).
Peresmian ini menandai integrasi wisata air dalam konsep besar pengembangan pariwisata terpadu di Kota Onde-Onde tersebut.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyatakan bahwa pembukaan wahana ini telah melalui proses standarisasi yang ketat untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Momentum peluncuran ini juga diselaraskan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Hari Sejuta Pohon melalui aksi kerja bakti massal dan penanaman pohon di area sekitar.
"Susur Sungai Ngotok merupakan bagian integral dari pengembangan kawasan Taman Bahari Mojopahit. Kami telah memastikan aspek kelayakan operasional, mulai dari kepemilikan sertifikasi bagi operator, izin operasional, hingga kesiapan sarana dan prasarana penunjang," jelas Wali Kota yang karib disapa Ning Ita tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyediakan tiga pilihan moda transportasi air bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi keindahan aliran sungai.
Pertama adalah Perahu Tradisional, tarif normal Rp 20.000. Khusus masa uji coba (Januari–Maret 2026), diberlakukan tarif promo sebesar Rp 10.000 untuk rute pulang-pergi sejauh 5 km.
Kedua adalah Speedboat, dibanderol dengan tarif Rp 80.000 dan terakhir Jetski, tersedia dengan tarif Rp 200.000.
Rute susur sungai ini menawarkan pengalaman menyusuri eksotisme Kali Ngotok hingga ke titik pertemuan Sungai Brantas, sebelum kembali ke dermaga kawasan TBM.
Lebih lanjut, Ning Ita memaparkan bahwa konsep TBM tidak hanya terpaku pada wisata air. Pemkot telah menyiapkan skema wisata terintegrasi yang menghubungkan susur sungai dengan potensi agrowisata.
"Ke depan, ekosistem pariwisata di sini akan semakin lengkap. Wisatawan tidak hanya menikmati perjalanan sungai, tetapi juga dapat menikmati wisata petik jeruk di bantaran Kali Ngotok saat musim panen tiba," tambahnya.
Melalui kehadiran wahana baru ini, Pemerintah Kota Mojokerto optimistis Taman Bahari Mojopahit akan menjadi magnet ekonomi baru yang mampu menggerakkan sektor UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

