Berkah Ramadan, Lapak Kurma Musiman di Blitar Diserbu Pembeli
Lapak penjual buah kurma musiman di Kota Blitar diserbu pembeli saat momen bulan Ramadan. Dalam dua pekan, omzet yang didapat penjual buah kurma di Pasar Templek, Kota Blitar mencapai Rp125 juta.
KOTA BLITAR, SJP - Momen Ramadan benar-benar membawa berkah bagi pedagang musiman kurma di Kota Blitar.
Salah satunya dirasakan oleh Novery Prasetyawan yang membuka lapak sederhana di timur Pasar Templek.
Dalam waktu dua pekan, omzet yang didapat dari penjualan buah kurma mencapai Rp125 juta.
Lapak Novery nampak sederhana dan ia hanya memanfaatkan meja etalase untuk memajang toples dan kardus yang berisi berbagai jenis buah kurma. Meski tampak sederhana, lapak tersebut selalu didatangi pembeli sejak awal Ramadan.
Saat ditemui, Novery mengaku mulai membuka stan sekitar sepekan sebelum puasa. Menurutnya, tren penjualan kurma paling ramai terjadi pada awal hingga pertengahan Ramadan.
"Seminggu sebelum puasa sudah mulai buka. Biasanya ramai di awal sampai pertengahan Ramadan. Saya memang jualan kurma khusus saat Ramadan saja," ucapnya, Kamis (26/2/2026).
Dia melayani pembelian dalam jumlah kecil maupun besar. Pelanggannya datang dari berbagai kalangan, mulai pembeli untuk konsumsi keluarga hingga pedagang yang membeli secara grosir.
Ada beberapa jenis kurma yang dijual, meliputi Sukari, Ruthob, Tunis Madu Aljazair, Medjool, Kholas, hingga Golden Valley. Dari sejumlah varian tersebut, Tunis Madu Aljazair menjadi yang paling banyak dicari pembeli.
"Yang paling laris Tunis Madu Aljazair, harganya Rp60 ribu per kilogram," kata dia.
Secara umum, harga kurma yang ia tawarkan berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per kilogramnya, tergantung jenis dan kualitasnya.
Tingginya minat masyarakat terhadap kurma sebagai menu takjil berbuka puasa membuat penjualan melonjak tajam. Dalam dua pekan terakhir, omzet yang dikantongi Novery mencapai Rp125 juta, atau rata-rata pendapatan harian berkisar Rp3-8 juta.
Dia menjelaskan kurma yang dijual didatangkan dari wilayah Ampel, Surabaya. Namun, ia mengakui stok mulai sulit diperoleh dan kondisi tersebut berdampak pada kenaikan harga di tingkat pemasok.
"Sekarang barang mulai sulit, kalau ada pun harganya sudah naik. Biasanya kalau stok sudah habis di akhir Ramadan, saya biasanya langsung tutup," ucapnya.
Meski bersifat musiman, usaha kurma ini menjadi ladang rezeki tersendiri setiap Ramadan. Tingginya permintaan masyarakat membuat pedagang seperti Novery mampu meraup keuntungan besar dalam waktu singkat. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

