Berjualan dan Berburu Takjil di Dalam Penjara Mojokerto
Pagelaran UMKM bertajuk Bazar Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto ini sengaja dibuat untuk menciptakan suasana ramadan seperti di tengah masyarakat umum.
MOJOKERTO, SJP - Menjelang waktu berbuka puasa, berburu takjil merupakan kegiatan yang menarik untuk dilakukan di bulan suci Ramadan.
Idealnya, masyarakat berburu takjil di samping jalan atau di sentra Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Berbeda dengan di Mojokerto ini, berburu takjil dilakukan di dalam penjara oleh warga binaan dan dijual oleh warga binaan.
Pagelaran UMKM bertajuk Bazar Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto ini, sengaja dibuat untuk menciptakan suasana Ramadan seperti di tengah masyarakat umum.
Selain itu, adanya Bazar Ramadan menjadi ajang bagi warga binaan untuk memasarkan produk UMKM sebagai pendongkrak pemberdayaan ekonomi.
Beberapa takjil nampak dijual oleh warga binaan perempuan seperti gorengan, es, hingga masakan olahan lainnya. Suasana hingga jajanannya sama persis yang biasa dijual di UMKM takjil pada umumnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan mengatakan, UMKM hasil dari para warga binaan bukan hanya bisa dibeli oleh warga binaan saja. Masyarakat sekitar juga dapat membeli takjil berbagai makanan UMKM produk warga binaan.
“Melalui inisiatif ini, Lapas Mojokerto berusaha memberikan ruang untuk berkontribusi positif, mereka dapat berubah, meskipun menjalani hukuman mereka tetap bisa berdaya dalam hal ekonomi kreatif,” kata Rudi, Sabtu (15/3/2025).
Menurutnya, hal terpenting dari Bazar Ramadan adalah para warga binaan memperoleh keterampilan.
Rudi berpandangan, keterampilan yang diasah di dalam Lapas diharapkan bisa menjadi langkah positif dalam membangun kembali kehidupan mereka setelah menjalani hukuman.
“Ini juga mengembangkan jiwa bisnis sekaligus memperkenalkan produk mereka hasil karya mereka kepada masyarakat,” tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

