Beras Bantuan Pangan di Tulungagung Dijual di Medsos, Pemkab Akan Evaluasi Data Penerima
Pemkab Tulungagung sendiri akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data penerima bantuan untuk memastikan program tepat sasaran. Jika ditemukan penerima yang tidak layak, distribusi ke depannya bisa dialihkan kepada yang lebih berhak.
TULUNGAGUNG, SJP - Warga Tulungagung dihebohkan dengan unggahan di media sosial yang menawarkan beras bantuan pangan untuk dijual. Padahal, beras tersebut merupakan bagian dari program nasional yang digulirkan pemerintah pusat untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam menghadapi tekanan ekonomi.
Dalam unggahan yang viral di Facebook, seorang warga menawarkan beras bantuan pangan yang baru saja diterima dari program pemerintah. Tak pelak, unggahan itu menuai berbagai komentar miring dari warganet.
Program bantuan pangan tersebut merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan membantu masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi. Setiap penerima mendapatkan jatah 10 kilogram per bulan, beras kualitas medium yang disalurkan melalui Bulog.
Menanggapi hal ini, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengaku menyayangkan adanya praktik penjualan kembali bantuan tersebut. Meski belum dilakukan verifikasi secara langsung, ia berharap hal itu tidak benar-benar terjadi secara luas.
“Saya yakin itu kemungkinannya kecil terjadi di lapangan. Karena beras ini memang ditujukan untuk masyarakat yang kurang mampu dan sangat membutuhkan. Kalaupun dijual, mungkin untuk ditukar dengan kebutuhan pokok lainnya seperti lauk pauk,” ujar Gatut Sunu, Rabu (30/7/2025).
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung, Agus Suswantoro, menegaskan bahwa sebaiknya bantuan tersebut dikonsumsi sendiri oleh penerima, bukan diperjualbelikan.
“Sebaiknya beras ini dikonsumsi karena memang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kalau ada yang menjual, nanti akan kami evaluasi. Data penerima juga akan kami cek ulang,” jelasnya.
Agus menambahkan, meski tidak ada larangan tegas dalam petunjuk teknis soal penjualan kembali beras bantuan, namun secara etika dan tujuan program, tindakan tersebut tidak patut dilakukan.
Pemkab Tulungagung sendiri akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data penerima bantuan untuk memastikan program tepat sasaran. Jika ditemukan penerima yang tidak layak, distribusi ke depannya bisa dialihkan kepada yang lebih berhak.
Program bantuan pangan ini menyasar 80.875 penerima di Tulungagung yang tersebar di 257 desa dan 14 kelurahan. Bulog telah menyiapkan sekitar 1.600 ton beras untuk program ini. Penyaluran berlangsung dari 21 hingga 28 Juli 2025, dan hingga saat ini, lebih dari 50 persen bantuan telah tersalurkan.
Pemerintah berharap program ini benar-benar dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, dan tidak disalahgunakan untuk keuntungan pribadi. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

