Ketua PWI Jombang Sebut Profesionalisme dan Integritas Wartawan Jadi Benteng Utama Hadapi Gempuran AI
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang, Muhammad Mufid, yang menyebut bahwa kualitas jurnalistik manusia tidak akan lekang oleh kecanggihan algoritma.
JOMBANG, SJP – Profesionalisme dan integritas menjadi benteng utama insan pers dalam menghadapi gempuran kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi digital. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang, Muhammad Mufid, yang menyebut bahwa kualitas jurnalistik manusia tidak akan lekang oleh kecanggihan algoritma.
Dalam sambutannya di Malam Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Hotel Yusro, Rabu (8/4/2026), Mufid menekankan bahwa kunci keberlangsungan pers bukan terletak pada adaptasi teknologi semata, melainkan pada komitmen moral dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Dunia digital memang menjadi tantangan tersendiri. Tapi saya yakin insan pers tidak akan pernah tergantikan, meskipun teknologi semakin canggih, bahkan di era AI saat ini,” ucap Mufid dalam pesan diterima wartawan, Kamis (9/4/2026).
“Selama insan pers menjaga profesionalisme dan integritas, saya yakin pers tidak akan pernah mati," imbuhnya.
Mufid, yang sehari-hari merupakan jurnalis MDTV, memandang peringatan HPN bukan sekadar seremoni rutin, melainkan bukti afirmatif kehadiran negara terhadap pilar keempat demokrasi. Ia menilai, eksistensi pers di Jombang harus berbanding lurus dengan kualitas pemberitaan yang mendidik dan beretika.
Pada kesempatan yang sama, PWI Jombang juga menggelar PWI Jombang Award. Mufid menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi konkret organisasi kepada elemen masyarakat yang telah mendedikasikan diri bagi pembangunan daerah, bukan sekadar acara penghargaan seremonial.
“Ini adalah komitmen kami untuk mengapresiasi kontribusi nyata bagi Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

