Banggakan Jember, Pelajar 14 Tahun Sabet Juara Pesona Batik Nusantara di Jakarta
Bagi sebagian orang, catwalk mungkin hanya soal berjalan di atas panggung dengan balutan busana indah. Namun bagi Sireen, panggung itu adalah hasil dari perjuangan panjang membagi waktu antara sekolah, tugas organisasi, hingga latihan modeling yang dijalani dengan penuh disiplin.
JEMBER, SJP — Pada usia yang baru menginjak 14 tahun, langkah kecil Sireen Janitra Raisya Pramono berhasil mengharumkan nama Kabupaten Jember di panggung nasional. Remaja asal Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates itu berhasil meraih gelar The Winner sekaligus masuk jajaran 10 besar terfavorit dalam ajang bergengsi Pesona Batik Nusantara yang digelar di Jakarta.
Bagi sebagian orang, catwalk mungkin hanya soal berjalan di atas panggung dengan balutan busana indah. Namun bagi Sireen, panggung itu adalah hasil dari perjuangan panjang membagi waktu antara sekolah, tugas organisasi, hingga latihan modeling yang dijalani dengan penuh disiplin.
Alhasil, buah dari perjuangan siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Jember itu dikenal aktif di sekolah. Di tengah padatnya aktivitas sebagai pelajar, kegiatan OSIS, ekstrakurikuler, dan bimbingan belajar, Sireen tetap menyisihkan waktu untuk mengejar mimpinya di dunia modeling dan pelestarian budaya batik.
Menariknya, dunia modeling bukanlah perjalanan yang sudah lama digeluti. Sireen baru mulai belajar pada September 2025 bersama Jawin Academy dan Syam Modeling School. Dalam waktu yang relatif singkat, ia berhasil berkembang dari panggung-panggung lokal di Jember hingga tampil percaya diri di ajang nasional di ibu kota.
Di balik pencapaian tersebut, ada cerita sederhana yang menyentuh. Keberangkatan Sireen menuju kompetisi nasional dilakukan secara mandiri tanpa dukungan tim besar ataupun fasilitas mewah. Ia hanya ditemani keluarga kecilnya yang setia mendukung setiap proses perjuangan.
Sang ibu menjadi sosok yang selalu memastikan putrinya tetap kuat menjalani berbagai aktivitas. Sementara itu, doa dan dukungan keluarga menjadi energi utama bagi Sireen saat rasa lelah datang menghampiri.
“Kadang capek karena harus bagi waktu sekolah dan latihan, tapi saya percaya semua proses pasti ada hasilnya. Yang paling penting dukungan orang tua dan doa,” kata Sireen dengan senyum sederhana di sela-sela kegiatannya.
Baginya, kemenangan bukan hanya soal trofi atau gelar juara. Lebih dari itu, ajang Pesona Batik Nusantara menjadi pengalaman berharga untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda sekaligus membangun rasa percaya diri.
Di tengah gempuran budaya modern, Sireen memilih batik sebagai bagian dari identitas yang ingin ia banggakan. Lewat balutan kain tradisional di atas panggung nasional, remaja asal Jember itu menunjukkan bahwa budaya lokal tetap bisa tampil elegan, modern, dan membanggakan.
"Intinya tekun dan konsisten dan jangan lupa berdoa dan semangat," ujarnya.
Kisah Sireen menjadi inspirasi bahwa mimpi besar tidak selalu lahir dari fasilitas besar. Ketekunan, keberanian mencoba, serta dukungan keluarga mampu membawa seorang pelajar muda dari ruang kelas menuju sorotan panggung nasional.
Dari Jember, Sireen membuktikan bahwa anak muda mampu menjaga budaya sekaligus menorehkan prestasi untuk Indonesia, meskipun dari kabupaten kecil. (***)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

