Keroyok Warga Pasca-Laga Persik Vs Arema, 8 Suporter Diringkus Polisi

Aksi keji pasca laga Persik Kediri versus Arema FC tersebut diduga dipicu motif dendam salah sasaran. Para pelaku terdiri dari satu warga Kabupaten Malang berinisial YPR, serta tujuh warga Kabupaten Gresik berinisial RPB, FF, BKS, WA, PAR, MZ, dan MAR.

19 May 2026 - 12:30
Keroyok Warga Pasca-Laga Persik Vs Arema, 8 Suporter Diringkus Polisi
Delapan pelaku oknum suporter pengeroyokan warga di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Satreskrim Polres Gresik meringkus delapan oknum suporter sepak bola yang nekat mengeroyok ARF (20), seorang pemuda asal Kota Surabaya hingga babak belur di kawasan Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Aksi keji pasca laga Persik Kediri versus Arema FC tersebut diduga dipicu motif dendam salah sasaran.

Para pelaku terdiri dari satu warga Kabupaten Malang berinisial YPR, serta tujuh warga Kabupaten Gresik berinisial RPB, FF, BKS, WA, PAR, MZ, dan MAR.

Aksi pengeroyokan bermula seusai pertandingan kompetisi Liga 1 2025/2026 antara Persik Kediri melawan Arema FC, Minggu (3/5/2026) lalu.

Korban bersama tiga temannya hendak pergi ke warung kopi di kawasan Putri Cempo, Gresik. Di tengah jalan, korban mampir di sebuah minimarket di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas, untuk membeli rokok.

Tiba-tiba, kawanan pelaku suporter yang berjumlah sekitar 15 orang langsung melakukan penyerangan secara brutal, memukul serta menendang korban hingga babak belur. ​

Tidak terima atas perlakuan tersebut, korban akhirnya melapor ke Polres Gresik. Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi para pelaku berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian. Delapan pelaku kemudian diamankan petugas di rumah mereka masing-masing.

​“Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari memukul, menendang, hingga merusak sepeda motor korban di lokasi kejadian,” kata Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Selasa (19/5/2026).

AKBP Ramadhan, mengungkap bahwa motif pengeroyokan diduga dipicu karena korban merupakan suporter tim lawan.

Para pelaku tidak terima lantaran tim kesayangannya kalah. Selain itu, para tersangka juga menuduh bahwa korban pernah menyerang rekan-rekan mereka sebelumnya.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tujuh unit ponsel, tiga buah helm, tiga jaket, satu buff penutup wajah, serta salinan rekaman CCTV.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan secara bersama-sama di muka umum.

​Diketahui sebelumnya, pertandingan kompetisi Liga 1 2025/2026 antara Persik Kediri melawan Arema FC tersebut juga sempat diwarnai suara ledakan misterius yang mengejutkan petugas keamanan. 

Suara ledakan yang terdengar cukup keras itu berasal dari luar area stadion, atau sekitar 500 meter dari lokasi pertandingan.

​Menurut keterangan warga sekitar, ledakan tersebut diduga dipicu oleh bentrokan antara dua kelompok pemuda di jalan kampung. 

Mereka diketahui berada di area perbukitan sekitar stadion untuk menyaksikan pertandingan dari luar pagar resmi. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow