Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Ribuan Siswa di Tulungagung Belajar Secara Daring

Kebijakan tersebut diterapkan di sejumlah sekolah yang berada di wilayah yang dianggap rawan, terutama yang berada di wilayah seputaran kota Tulungagung.

01 Sep 2025 - 22:26
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Ribuan Siswa di Tulungagung Belajar Secara Daring
Kantor Dinas Pendidikan Tulungagung. (Istimewa)

TULUNGAGUNG, SJP - Melihat perkembangan situasi Kamtibmas dan adanya aksi unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah di sekitar wilayah Tulungagung, seperti Kediri dan Blitar, sejumlah sekolah di Tulungagung akan melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadi Puspita Bintara atau yang akrab disapa Pipit, kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan siswa dan guru, mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Betul (siswa belajar daring), tapi cuma sekolah yang terdampak saja, ndak semua," ujar Pipit melalui Whatsapp, Senin (1/9/2025).

Lanjutnya, tidak semua sekolah di Tulungagung melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara Daring. Kebijakan tersebut diterapkan di sejumlah sekolah yang berada di wilayah yang dianggap rawan, terutama yang berada di wilayah seputaran kota Tulungagung.

"Yang Daring satuan pendidikan di wilayah kecamatan kota plus SMP 1 Kedungwaru," imbuhnya.

Berdasarkan data di website Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, di wilayah kecamatan Tulungagung terdapat 6 lembaga SMP Negeri dan 7 lembaga SMP swasta, serta 2 MTs. Sedangkan untuk sekolah dasar terdapat 35 lembaga sekolah baik negeri maupun swasta, serta 3 MI. 

Rencananya, kebijakan kegiatan belajar secara Daring tersebut akan diterapkan selama 3 hari, yakni mulai Selasa (2/9/2025) hingga Kamis (4/9/2025), sambil menunggu perkembangan situasi lebih lanjut.

"Mulai tanggal 2 sampai dengan 4 September 2025," tandas Pipit.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga telah menerbitkan surat edaran perihal keamanan kerja pegawai berkaitan dengan situasi keamanan yang kurang kondusif di wilayah eks Karesidenan Kediri. 

Isi surat tersebut antara lain, mulai tanggal 1 sampai dengan 4 September 2025 apel pagi ditiadakan dan seluruh pegawai mengenakan pakaian batik atau bebas rapi.

Pegawai juga diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan dinas berplat merah, serta membentuk regu piket untuk menjaga keamanan area perkantoran masing-masing. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow