Demo Gagal di Mojokerto: Puluhan Remaja asal Jombang dan Sidoarjo Diciduk, Orang Tua Dipanggil

Data yang dirilis Polres Mojokerto Kota menyebutkan, tercatat sedikitnya ada 49 remaja yang diamankan. Polisi menemukan ajakan provokatif di aplikasi WhatsApp.

02 Sep 2025 - 07:44
Demo Gagal di Mojokerto: Puluhan Remaja asal Jombang dan Sidoarjo Diciduk, Orang Tua Dipanggil
Sejumlah remaja saat dijemput oleh orang tuanya di Mapolres Mojokerto Kota. (Istimewa)

KOTA MOJOKERTO, SJP - Sejumlah remaja yang hendak demonstrasi di Mojokerto Kota akhirnya dipulangkan. Mereka dijemput orang tuanya masing-masing. Parahnya, remaja ini bukan hanya berasal dari Mojokerto. Ada yang dari Jombang dan Sidoarjo. 

Diberitakan sebelumnya, puluhan remaja diciduk polisi lantaran diduga hendak melakukan aksi demonstrasi di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, Senin (1/9/2025).  Mereka dihentikan polisi saat mengendarai kendaraan bermotor di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi mereka berkumpul untuk melakukan aksi. Para-remaja ini kemudian digiring ke Mapolres Mojokerto Kota untuk dilakukan pemeriksaan dan pendataan

Data yang dirilis Polres Mojokerto Kota menyebutkan, tercatat sedikitnya ada 49 remaja yang diamankan untuk didata dan dimintai keterangan. Sejumlah fakta terungkap, puluhan remaja itu hendak melakukan aksi. Bahkan, ada sebuah ajakan berbau provokasi di grup WhatsApp yang menjadikan mereka berkumpul untuk melakukan demonstrasi. Meski mereka tak mengetahui tuntutan apa dalam aksinya. 

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto menjelaskan, puluhan remaja itu diamankan ketika petugas menggelar patroli skala besar menyisir sejumlah titik rawan. Polisi menciduk mereka saat tengah berkumpul di sekitar Alun-alun Wiraraja, Mojokerto saat jam pelajaran sekolah.  "Langsung kami datangi, dilakukan pengecekan, ternyata mereka hendak menuju lokasi aksi demonstrasi, padahal hari ini aksi sudah ditiadakan," kata AKBP Herdiawan, Selasa (2/9/2025). 

Polisi hanya mengamankan para remaja yang di dalam ponselnya ditemukan ajakan atau perbuatan provokatif berbau anarkis. Sebab, hal itu berpotensi adanya aksi yang tidak sesuai dengan aturan. 

"Yang kami amankan adalah remaja yang HP-nya berisi chat ajakan ke arah provokatif. Kami mencegah agar hal itu tidak sampai terwujud di wilayah Mojokerto Raya," urainya. 

Polisi memastikan, 49 remaja tersebut berasal dari Mojokerto, Jombang, dan Sidoarjo. Mereka sengaja meninggalkan jam belajar untuk berkumpul menuju titik aksi demonstrasi. Setelah dilakukan pendataan dan pemeriksaan, sejumlah guru dan orang tua dari masing-masing dipanggil di Mapolres Mojokerto Kota. Remaja yang ditangkap itu akhirnya dibawa pulang oleh orang tuanya masing-masing. (*) 

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow