Angka Kematian Jemaah Haji dari Surabaya Tertinggi secara Nasional, Mayoritas Lansia dan Risti
Surabaya catat 54 jemaah haji wafat, tertinggi nasional; mayoritas lansia dan berpenyakit bawaan, jadi cermin darurat kesehatan dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
SURABAYA, SJP—Hingga Jumat (13/6/2025), total 54 jemaah haji dari Embarkasi Surabaya dilaporkan wafat. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional, dengan rincian 50 orang wafat di Tanah Suci dan 4 lainnya wafat sebelum keberangkatan di RS Haji Surabaya.
Plh Kepala PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo, menjelaskan bahwa lokasi wafatnya para jemaah tersebar di berbagai titik.
"Sebanyak 29 jemaah wafat di Makkah, delapan di Mina, enam di Madinah, emapat di Arafah, tiga di bandara, dan empat di RS Haji Surabaya," ucap Sugiyo, Jumat (13/6/2025).
Meskipun angka kematian meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 31 jemaah wafat, Sugiyo menyebut, kematian saat masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) tahun ini justru menurun.
"Artinya saat Armuzna, kondisi kesehatan jemaah lebih baik karena hanya 12 yang wafat," ujarnya.
Mayoritas Jemaah Termasuk Risti: Lansia dan Penyakit Bawaan
Tingginya angka kematian disinyalir karena tingginya proporsi jemaah berisiko tinggi (risti) dari Surabaya. Berdasarkan pemeriksaan kesehatan tahap ketiga sebelum keberangkatan, 74,17 persen jemaah dari Embarkasi Surabaya masuk kategori risti, baik karena faktor usia lanjut maupun penyakit bawaan.
"Sebagian besar jemaah risti adalah lansia dan penderita penyakit kronis seperti hipertensi, jantung, dan diabetes," kata Kabid Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan.
Menurutnya, banyak jemaah yang baru bisa berangkat haji setelah menunggu bertahun-tahun.
"Rata-rata jemaah menunggu hingga 13 tahun, jadi usia saat berangkat sudah tidak muda lagi," ujarnya.
Pemeriksaan Ketat dan Temuan Gejala Covid-19
Rosidi menambahkan, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan ketat terhadap seluruh jemaah yang tiba di Asrama Haji. Dalam proses itu, ada sejumlah jemaah yang menunjukkan gejala suhu tubuh tinggi, sehingga diduga terpapar Covid-19.
"Kami lakukan swab antigen terhadap jemaah yang demam, hasilnya akan dilaporkan ke dinas kesehatan daerah asal," terang Rosidi.
Kloter Awal Tiba dengan Lancar dan Disambut Khidmat
Sebelumnya, kloter pertama jemaah haji Debarkasi Surabaya tiba di Bandara Internasional Juanda pada Kamis (12/6/2025) pukul 10.10 WIB dan langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji Surabaya. Kedatangan mereka disambut dengan seremoni sederhana oleh PPIH dan instansi terkait.
Kloter 1 membawa 379 orang jemaah, terdiri dari 360 asal Tulungagung, 11 dari Surabaya, serta 8 petugas kloter dan KBIH. Tidak ada jemaah wafat dalam kloter ini, namun satu orang masih dirawat di Arab Saudi.
PPIH juga menyiapkan layanan pengambilan barang, air zam-zam, dan tenaga angkut gratis bagi para jemaah. Setiap jemaah mendapatkan satu botol air zam-zam ukuran 5 liter yang dibagikan berdasarkan identifikasi paspor. Untuk membantu pengangkutan barang, PPIH melibatkan 70 tenaga angkut sukarela.
Setelah kedatangan kloter 1 hingga 4, Asrama Haji Surabaya masih akan menerima jemaah dari kloter-kloter berikutnya. Pada Kamis siang, kloter 2 tiba pukul 12.30 WIB dan malamnya disusul kloter 3 yang dijadwalkan mendarat pukul 20.16 WIB. Jadwal kedatangan terus berlangsung hingga seluruh kloter selesai dipulangkan. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

