Amplop Lebaran: Tradisi Unik Perayaan Idulfitri di Indonesia
Amplop lebaran menjadi simbol berbagi rezeki saat Idulfitri. Dengan desain menarik dan beragam, tradisi ini terus berkembang, didukung inovasi dan tren penjualan digital.
SURABAYA, SJP - Perayaan Idulfitri yang identik dengan istilah lebaran memiliki budaya mengakar di kalangan masyarakat dengan berbagai tradisi. Salah satu tradisi menarik yang dilakukan adalah saling memberi sebagian rezeki berupa uang berbungkus amplop unik lebaran.
Amplop lebaran, biasanya berisi sebagian rezeki berlebih seperti uang Tunjangan Hari Raya (THR), yang dibagi-bagikan ke sesama saudara, kerabat ataupun keluarga dari segala usia mulai anak-anak hingga dewasa.
Oleh karena diterima berbagai kalangan tersebut, perlu konsep dan desain unik nan menarik dari para pengusaha yang memproduksi amplop lebaran supaya momen berbagi sebagian rezeki dirasa sesuai dengan keinginan dan suasana perayaan idulfitri.
Salah satu pengusaha amplop lebaran di Kota Surabaya, bernama Nanda Putri Larasati menyampaikan, terdapat perbedaan desain antara amplop biasa dengan amplop lebaran.
"Custom amplop lebaran perbedaannya dengan amplop biasa terletak pada desain. Biasanya desain yang tercetak sesuai dengan kemauan pelanggan," Jelas Nanda, Jumat (28/3/2025).
"Mirip dengan amplop angpau. Tapi desain atau tampilan amplop custom lebaran disesuaikan dengan apa yang pelanggan mau," imbuhnya.
Contoh desain amplop lebaran yang paling khusus biasanya, Nanda mengungkapkan, pelanggan meminta diberi tulisan kata 'dari atau untuk, atau nama keluarga'.
Tema Desain Amplop Lebaran Tahun 2025
Terkhusus untuk desain amplop lebaran idulfitri tahun 2025 ini, Nanda mengungkapkan, kebanyakan tema yang dicetak bervariasi. Sesuai dengan permintaan khusus pelanggan yang memesan amplop lebaran hasil produksinya.
"Tema tahun ini bervariasi. Mulai dari masjid, ketupat, hingga kartun," ungkapnya.
Selain itu, Nanda mengatakan, model amplop lebaran yang Ia produksi pun berbeda-beda. Ia menyebut, amplop yang diproduksi bermacam jenisnya, mulai dari amplop kecil, amplop panjang, amplop kantong depan dan amplop kantong belakang .
"Untuk desain dari setiap model amplop yang saya produksi para pembeli bisa request desainnya sesuai dengan yang diinginkan," ujarnya.
Cuan Lewat Medsos
Karena saat ini marak berkembang teknologi, dengan adanya berbagai media sosial yang banyak digunakan masyarakat, Nanda membeberkan strategi penjualan yang Ia terapkan berfokus pada media digital.
"Tren penjualan hanya berfokus di media sosial aplikasi Whatsapp saja. Karena pelanggan lebih banyak dan juga open reseller," beber Nanda.
Setiap penjualan amplop lebaran hasil produksinya, Nanda mengatakan, modal yang diperlukan berdasarkan paket yang disediakan.
"Kurang lebih untuk satu paket amplop kecil isi 10 memerlukan modal Rp6.000," kata Nanda.
Nanda menceritakan, Ia memulai usaha amplop lebarannya ini sejak dirinya masih berstatus mahasiswa atau berkuliah. Karena dirinya juga punya pengalaman bekerja di suatu perusahaan percetakan.
"Saya memulai usaha ini kurang lebih sejak kuliah, sekitar tahun 2013. Setelah resign dari kerja percetakan terpikir membuat usaha amplop custom. Awalnya hanya ingin menambah uang saku saat kuliah," papar Nanda.
"Namun melihat antusias dari pelanggan saya yang memesan amplop buatan saya, akhirnya sampai sekarang usaha ini berlanjut," lanjutnya.
Dengan hasil penjualan sekarang, terlebih tren penjualan amplop lebaran yang meningkat selama momen idulfitri 2025 kali ini, Nanda ingin membuat amplop lebaran yang lebih bervariasi sehingga lebih banyak menarik minat pelanggan membeli produk buatannya.
"Semoga ke depan saya dapat membuat bentuk amplop yang lebih bervariasi supaya banyak masyarakat yang tertarik membeli produk buatan saya," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

