30 Persen Porsi MBG di SMAN 15 Surabaya Dikeluhkan Basi

Sayur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 15 Surabaya tercium basi, 30 persen dari 1.285 porsi dikeluhkan siswa pada hari kesembilan pelaksanaan.

18 Sep 2025 - 18:35
30 Persen Porsi MBG di SMAN 15 Surabaya Dikeluhkan Basi
Beberapa siswa SMAN 15 Surabaya membuka wadah makanan Program MBG yang dikeluhkan karena sebagian menu sayur tercium aroma basi pada Kamis (18/9/2025) (Istimewa)

SURABAYA, SJP - Sejumlah siswa SMAN 15 Surabaya atau yang dikenal dengan SMA Libels mengeluhkan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan dalam kondisi basi pada Kamis (18/9/2025), tepat di hari kesembilan program berjalan.

Kepala SMAN 15 Surabaya, Johanes Mardijono, membenarkan adanya temuan makanan yang tidak layak konsumsi tersebut. Ia menegaskan bahwa selama delapan hari sebelumnya, program berjalan lancar dan tidak mendapat keluhan dari siswa.

"Delapan hari sebelumnya, makanan tidak ada yang basi dan baik-baik saja. Siswa siswi kami juga menyampaikan makanan pada hari-hari sebelumnya enak dan sesuai dengan harapan mereka," kata Johanes, Kamis (18/9/2025).

Awalnya, temuan makanan basi tersebut terungkap ketika beberapa siswa membuka wadah makanan dan mencium aroma yang tidak sedap. Akibatnya, sebagian siswa enggan menyantapnya dan melaporkan kepada guru.

"Kan makanannya itu ditutup, begitu dibuka katanya ada aroma yang tidak sedap. Anak-anak enggak berani makan. Tapi ada (beberapa) yang tidak (basi) dan masih dimakan. Jadi tidak 100 persen," ujar Johanes.

Ia menyebut sekitar 30 persen dari total 1.285 porsi MBG hari itu yang terindikasi basi. Meski begitu, mayoritas makanan tetap layak dikonsumsi. Johanes menegaskan tidak ada siswa yang mengalami keracunan.

"Yang mendapatkan makanan basi belum sempat makan karena langsung aromanya tercium. Ada yang sudah makan karena tidak 100 persen basi, tapi kita belum tahu, keluhan anak-anak belum ada," jelasnya.

Sebagai informasi, program MBG di SMAN 15 Surabaya disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gayungan. Pihak sekolah telah melakukan koordinasi dengan penyedia untuk memastikan kualitas makanan lebih terjamin ke depan.

"Kita kan komitmen begitu jalan, sesuai petunjuk SPPG ada makanan ketika anak tidak suka agar tidak dibuang. Harus masuk ke tempat wadahnya. Nanti pihak SPPG itu bisa melihat mana yang tidak disukai. Ini bisa dievaluasi," tutur Johanes.

Meski muncul persoalan di menu hari ke-9, Johanes menegaskan program MBG tetap akan dilanjutkan sebagaimana jadwal yang berlaku. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow