Terdampak Gempa, Bangunan SDN 1 Talunkulon Tulungagung Rusak, Plafon Ambrol, Tembok dan Lantai Retak
Berdasar hasil pemantauan petugas kepolisian di lapangan, kondisi bangunan sekolah saat ini cukup mengkhawatirkan, terutama apabila terjadi gempa susulan.
TULUNGAGUNG, SJP - Dampak gempa bumi yang berpusat di Pacitan pada Selasa (27/1/2026) pagi sekitar pukul 08.15 WIB dan mengakibatkan kerusakan pada bangunan SDN 1 Desa Talunkulon, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung. Sejumlah plafon ruang kelas ambrol, sementara beberapa bagian tembok dan lantai retak.
Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Siswa kelas 4, 5, dan 6 yang berada di dalam ruang kelas sempat panik ketika guncangan pertama dirasakan.
Kapolsek Bandung AKP Sumaji melalui Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdianto, menyampaikan berdasar keterangan yang dihimpun anggota Polsek Bandung, bahwa gempa pertama dirasakan dengan intensitas ringan, sehingga para siswa langsung berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.
“Saat gempa pertama terjadi, guncangannya masih pelan. Anak-anak langsung keluar kelas. Namun tak lama kemudian terjadi gempa susulan yang guncangannya lebih keras dan menyebabkan beberapa plafon ruang kelas ambrol,” ujar Iptu Nanang Murdianto.
Akibat gempa tersebut, kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas 5 dan 6. Sebanyak tujuh plafon di ruang kelas 6 dan dua plafon di ruang kelas 5 dilaporkan ambrol. Selain itu, tembok mengalami retakan, lantai kelas 5 dan 6 merenggang, serta tiang cakar ayam bangunan ruang kelas 6 bergeser hingga sekitar 5 sentimeter.
Meski bangunan sekolah mengalami kerusakan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Hasil pengecekan dan komunikasi dengan Kepala Sekolah SDN 1 Talunkulon, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh siswa dan guru berhasil menyelamatkan diri,” lanjutnya.
Kerugian material akibat gempa bumi tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta. Namun berdasar hasil pemantauan petugas kepolisian di lapangan, kondisi bangunan sekolah saat ini cukup mengkhawatirkan, terutama apabila terjadi gempa susulan.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, bangunan kelas 4, 5, dan 6 terlihat rapuh dan membahayakan jika sewaktu-waktu terjadi gempa kembali,” tegasnya.
Selain faktor bangunan, lokasi sekolah yang berdiri di atas bekas lahan persawahan juga dinilai berpengaruh terhadap tingkat kerusakan.
“Lokasi SDN 1 Talunkulon merupakan tanah persawahan yang dialihfungsikan. Struktur tanah seperti ini relatif mudah bergerak saat terjadi gempa bumi,” pungkas Iptu Nanang.
Saat ini pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk langkah pengamanan serta antisipasi lanjutan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.(*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

