Kementerian PU Survei Lokasi Sekolah Rakyat Tulungagung, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Oktober 2026
Hasil peninjauan awal menunjukkan respons yang positif dari tim Kementerian PU terhadap lahan yang telah disiapkan pemerintah daerah.
TULUNGAGUNG, SJP - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tulungagung terus menunjukkan progres positif. Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan survei lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung sebagai kawasan pembangunan Sekolah Rakyat.
Survei yang dilakukan pada Kamis (23/7/2026) tersebut dilakukan dengan meninjau berbagai aspek teknis di lapangan, mulai dari kondisi lahan, akses menuju lokasi, ketersediaan jaringan listrik, sumber air bersih, hingga vegetasi yang masih berada di area pembangunan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Efif Sakti Wibowo, mengatakan hasil peninjauan awal menunjukkan respons yang positif dari tim Kementerian PU terhadap lahan yang telah disiapkan pemerintah daerah.
"Tim dari Kementerian PU melakukan survei untuk memastikan kesiapan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Mereka mengecek akses jalan, jaringan listrik, sumber air, hingga kondisi tanaman yang ada di lahan. Dari hasil survei, terlihat tim cukup puas dengan lahan yang kami usulkan. Semoga proses pembangunan bisa segera direalisasikan pada tahun ini," kata Efif, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah juga telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung agar kawasan Sekolah Rakyat nantinya mudah diakses. Salah satunya dengan pembangunan dua jembatan menuju kompleks sekolah.
Satu jembatan akan memanfaatkan akses dari kawasan Rusunawa Jepun, sedangkan satu jembatan lainnya akan dibangun di sisi timur Rusunawa. Sementara itu, kebutuhan utilitas dasar seperti listrik dan air bersih dipastikan telah tersedia sehingga tidak menjadi kendala dalam proses pembangunan.
"Untuk akses masuk nanti akan disiapkan dua jembatan. Satu melalui Rusunawa Jepun dan satu lagi dibangun di sisi timur. Sedangkan untuk pasokan listrik maupun air sudah kami pastikan aman dan siap mendukung pembangunan," jelasnya.
Efif menambahkan, lahan yang akan digunakan saat ini masih terdapat tanaman tebu. Namun, keberadaan tanaman tersebut tidak akan menghambat proses pembangunan karena masa kerja sama pemanfaatannya telah berakhir.
"Di lokasi memang masih ada tanaman tebu, tetapi kontraknya sudah selesai. Jadi sewaktu-waktu dapat dilakukan penebangan apabila pembangunan sudah dimulai," ungkapnya.
Lahan yang diusulkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan luas sekitar 5,2 hektare. Area tersebut terbagi menjadi dua bidang karena dipisahkan oleh aliran sungai.
Bidang pertama berada di sebelah utara Rusunawa Jepun dan direncanakan menjadi kawasan sarana olahraga. Sementara bidang kedua yang berada di sisi timur akan difungsikan sebagai pusat kegiatan belajar mengajar sekaligus lokasi pembangunan asrama bagi para siswa.
"Konsepnya memang dibagi menjadi dua kawasan. Area di utara akan difokuskan sebagai fasilitas olahraga, sedangkan area di timur menjadi pusat pembelajaran lengkap dengan asrama siswa," terang Efif.
Sekolah Rakyat Tulungagung sendiri masuk dalam tahap III program pembangunan nasional. Apabila seluruh tahapan administrasi dan persiapan berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada Oktober 2026 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar enam hingga tujuh bulan.
"Rencananya pembangunan dimulai pada Oktober mendatang. Estimasi pekerjaan sekitar enam sampai tujuh bulan sehingga kami berharap fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat setelah proses pembangunan selesai," pungkas Efif. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

