Waspadai Bahaya Makanan dari Dapur Rumah
Bahaya makanan sering berasal dari dapur rumah. McDonald’s Indonesia mengajak masyarakat menerapkan lima langkah keamanan pangan untuk mencegah penyakit, lewat kampanye di lima kota besar.
SUARAJATIMPOST.COM—Bahaya yang berasal dari makanan tidak hanya ditemukan di tempat umum seperti pasar atau restoran. Justru, dapur rumah yang selama ini dianggap aman, sering menjadi sumber utama penyebab penyakit.
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun lebih dari 600 juta orang di seluruh dunia jatuh sakit akibat makanan yang tidak higienis. Ironisnya, banyak dari kejadian ini bermula di rumah sendiri.
Penyakit akibat makanan bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak yang mengalami demam, gangguan pencernaan, hingga orang lanjut usia yang harus mendapatkan perawatan intensif.
Bahkan, WHO mencatat kerugian ekonomi global akibat penyakit bawaan makanan mencapai lebih dari 15 miliar dolar Amerika setiap tahunnya.
Melihat kondisi ini, McDonald’s Indonesia menekankan pentingnya menjaga keamanan makanan, tidak hanya di restoran, tapi juga di dapur rumah.
Dalam rangka memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia yang jatuh pada Juni 2025 lalu, McDonald’s Indonesia menyampaikan lima langkah penting yang dapat dilakukan di rumah untuk mencegah penyakit akibat makanan:
1. Menjaga Kebersihan sejak Awal
Kebersihan tangan, peralatan dapur, serta bahan makanan harus diperhatikan. Mencuci tangan dengan benar selama 20 detik, mencuci sayur dan buah, serta rutin mengganti lap dapur adalah hal dasar yang penting dilakukan.
2. Memisahkan Bahan Mentah dan Siap Konsumsi
Alat yang digunakan untuk memotong daging mentah tidak boleh digunakan untuk sayuran atau makanan matang tanpa dicuci terlebih dahulu. Daging mentah juga harus disimpan di wadah tertutup dan diletakkan di bagian bawah lemari pendingin agar cairannya tidak menetes ke makanan lain.
3. Memastikan Makanan Dimasak dengan Baik
Semua bahan makanan, terutama daging, harus dimasak hingga matang sempurna. Hal ini sangat penting bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Jika perlu, gunakan alat pengukur suhu makanan untuk memastikan kematangan. Makanan yang sudah dimasak sebaiknya dikonsumsi maksimal empat jam setelah penyajian.
4. Menyimpan Makanan di Suhu yang Tepat
Hindari menyimpan makanan di suhu antara 5 hingga 60 derajat celsius karena rentan memicu pertumbuhan bakteri. Suhu lemari pendingin idealnya di bawah 5 derajat celsius, sementara makanan yang disimpan dalam keadaan panas harus tetap berada di atas 60 derajat celsius. Telur sebaiknya disimpan di bagian dalam kulkas, bukan di rak pintu.
5. Memilih Air dan Bahan Baku yang Aman
Pastikan bahan makanan yang digunakan segar, bersih, dan tidak melewati tanggal kedaluwarsa. Gunakan air bersih untuk memasak, dan hindari mencuci telur sebelum disimpan agar lapisan pelindung alaminya tidak rusak.
Sebagai bagian dari upaya edukasi masyarakat, McDonald’s Indonesia menggelar kampanye "Pekan Keamanan Pangan" di lima kota besar, yaitu Jakarta, Palembang, Bali, Samarinda, dan Makassar. Kegiatan ini mencakup edukasi tentang cara mencuci tangan yang benar untuk ribuan siswa sekolah dasar, serta pelatihan keamanan pangan yang melibatkan Kementerian Kesehatan dan mitra pemasok lokal.
Melalui kampanye ini, McDonald’s Indonesia ingin mendorong kesadaran masyarakat bahwa menjaga keamanan makanan adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya di restoran, tapi juga harus dimulai dari dapur di rumah masing-masing. (**)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

