Warga Surabaya Titipkan Kucing di Puskeswan dengan Tarif Rp30 Ribu Selama Mudik
Dengan tarif terjangkau sebesar Rp30.000 per hari, jasa penitipan ini mengalami lonjakan pengelola hingga harus menambah kapasitas kandang selama masa libur Lebaran 2026.
SURABAYA, SJP – Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Jalan Ikan Dorang menjadi primadona bagi pemudik yang memiliki hewan peliharaan.
Dengan tarif terjangkau sebesar Rp30.000 per hari, jasa penitipan ini mengalami lonjakan pengelola hingga harus menambah kapasitas kandang selama masa libur Lebaran 2026.
Fasilitas yang ditawarkan menjadi alasan utama warga beralih ke penyedia jasa resmi ini. Tidak sekadar tempat tinggal sementara, Puskeswan menyediakan ruang berpendingin udara (AC), pemantauan kamera pengawas (CCTV), hingga pakan dan minum gratis yang diawasi langsung oleh tenaga perawat hewan profesional.
"Merasa tenang jika menitipkan hewan di rumah penitipan hewan ini, karena di samping kesehatannya akan terjamin, juga karena ada yang merawat kucingnya. Kan tidak mungkin saya meninggalkan kucing sendirian di rumah ketika ditinggal mudik," ujar Mita, salah satu pemilik kucing, Ahad (22/3/2026).
Selain layanan harian, pihak pengelola juga menyediakan paket khusus untuk durasi panjang.
Bagi penitipan minimal tujuh hari, kucing akan mendapatkan tambahan vitamin dan makanan ringan. Sementara untuk paket 10 hingga 15 hari, layanan mencakup grooming lengkap mulai dari mandi, potong kuku, hingga pembersihan telinga.
Dokter Hewan Puskeswan, drh. Mochammad Rozali, menjelaskan bahwa tren penitipan ini biasanya berlangsung hingga sepekan setelah Lebaran.
"Biasanya para pemilik menitipkan kucing hingga H+7 Lebaran atau lebih, yakni ketika mendekati liburan selesai atau ketika anak masuk sekolah, baru kucing mereka diambil," terang Rozali.
Lonjakan permintaan ini menjadi bukti bahwa masyarakat kini lebih sadar akan kesejahteraan hewan peliharaan mereka saat ditinggal bepergian.
Kehadiran Puskeswan dengan harga kompetitif dan fasilitas lengkap pun menjadi solusi efektif bagi warga Surabaya agar dapat merayakan Idulfitri di kampung halaman tanpa rasa khawatir. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

