Warga Kecewa, Kepala DLH Nganjuk Dianggap Remehkan Keluhan Bau Limbah Pakan Ternak di Babadan
Dalam inspeksi mendadak, Kepala DLH Nganjuk Subani menyimpulkan, tak ada masalah pada limbah pengolahan pakan, tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut. Padahal, warga sangat terganggu dengan polusi bau yang diakibatkan limbah tersebut.
NGANJUK, SJP - Warga Desa Babadan Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, menyatakan kekecewaannya pada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk Subani. Warga menilai Kepala DLH tidak serius dalam menangani keluhan warga yang terdampak limbah pengolahan pakan ternak.
Dalam inspeksi mendadak, Kepala DLH Nganjuk menyimpulkan, tak ada masalah pada limbah pengolahan pakan, tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut. Padahal, warga sangat terganggu dengan polusi bau yang diakibatkan limbah tersebut.
Salah satu warga Babadan yang enggan disebutkan jati dirinya merasa kecewa dengan kinerja Dinas Lingkungan Hidup karena tidak mengakomodir kepentingan warga yang sudah dirugikan oleh bau limbah.
"Kami sudah sangat resah dengan bau limbah pakan ternak yang mencemari lingkungan sekitar. Kami merasa seperti tidak diperhatikan," ujar warga tersebut kepada wartawan, Sabtu (1/2/2025).
Dia menilai, Kepala DLH meremehkan keluhan warga yang terdampak limbah. Dalam sidak, menurut dia, DLH tidak melakukan langkah konkret yang diambil untuk menanggulangi masalah limbah dan melindungi warga sekitar. Dia juga heran dengan pernyataan Kepala DLH Nganjuk yang cepat menyimpulkan tidak ada masalah.
"Ya, jelas nggak ada masalah, wong saat sidak bukan pas pengolahan, coba pada waktu pengolahan, baunya minta ampun," katanya.
Warga harus merasakan penderitaan bau menyengat itu 2-3 kali dalam sepekan, ketika proses pengolahan berlangsung.
Warga juga heran, kenapa saat sidak, DLH tidak melakukan pengambilan sampel limbah yang terbuang dengan alasan butuh banyak biaya untuk melakukan pengambilan sampel. "Kok aneh, butuh biaya untuk sampel itu. Tidak semestinya kepala dinas yang menangani persoalan limbah mengatakan seperti itu," cecarnya
Terpisah, Kepala DLH Nganjuk Subani saat dikonfirmasi Suarajatimpost belum merespon secara komplet. "Saya masih nyetir," jawabnya melalui pesan singkat.
Seperti diberitakan, warga Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari pengolahan limbah ternak tidak jauh dari pemukiman mereka.
Warga menyebut bau tidak sedap itu kerap tercium hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Bau itu sangat menyengat, terutama saat penggilingan telur dilakukan. Kadang penggilingan dilakukan tiga hari sekali, tapi kemarin, baunya sangat kuat.
Kepala DLH Nganjuk: Tak Ada Pelanggaran yang Rugikan Lingkungan
Polemik limbah pengolahan pakan ternak di Desa Babdan Kecamatan Patianrowo akhirnya ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perizinan beserta Forpincam Patianrowo, Kamis (30/1/2025).
Inspeksi mendadak (Sidak) gabungan ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap lingkungan dan perizinan yang berlaku di sektor pengolahan limbah di Kabupaten Nganjuk.
Subani menegaskan, pihaknya tidak mencium bau tidak sedap, seperti yang dikeluhkan oleh warga setempat. Hal itu dimungkinkan, karena saat sidak tidak ada kegiatan penggilingan di lokasi.
"Kami tidak menemukan bau, saya kira tidak ada masalah dan tidak ada pelanggaran yang merugikan lingkungan," ujarnya.
Disinggung terkait pengolahan limbah yang pernah dimonitoring oleh DLH Nganjuk, pihaknya sudah melakukan musyawarah bersama warga setempat yang komplain terkait bau tidak sedap.
Ditambahkan Subani, pihaknya saat sidak menemukan alat pengolahan, seperti hand traktor, ada juga kotak bak sampah, dan dirinya menjelaskan tidak ada gangguan lingkungan hidup.
"Tidak ada gangguan lingkungan hidup, kalaupun dilabkan (tes laboratorium), siapa yang membiayai mas," tuturnya sembari tertawa.
Pemilik Pengolahan Pakan: Bukan Bau Busuk, tapi Bau Pakan
Sebelumnya, pemilik penggilingan pakan ternak Sutikno saat ditemui di gudang miliknya mempersilakan sejumlah awak media yang melakukan peliputan untuk mengecek langsung ke tempat penggilingan telur.
“Sampean baui tidak di sini mas. Sampaikan saja. Biar ngerti sendiri saat di gudang, bukan apa kata orang,” cecarnya
Dia mengatakan, bau itu berasal dari bau pakan. “Silakan dilihat mas. Sebenarnya itu bukan bau busuk. Tapi, itu merupakan bau pakan. Dan bebas untuk cek, karena saya yang izini,” ucap Sutikno dengan ciri khasnya
Selain itu, kata dia, dari proses produksi, pihaknya sudah berupaya untuk penanganan, dan juga sudah berizin. Jadi, Sutikno menegaskan, aspek legalitas usahanya sudah terpenuhi. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

