Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini, Gelar Sidak, Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman dan Masyarakat Diminta Tak Panik

Pemkab Probolinggo memastikan stok LPG 3 Kg di Kraksaan aman! Meski sempat dikeluhkan langka, ternyata peningkatan konsumsi dan isu di medsos jadi pemicunya. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panic buying.

14 Apr 2026 - 17:06
Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini, Gelar Sidak, Pastikan Stok LPG 3 Kg Aman dan Masyarakat Diminta Tak Panik
Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ saat mengunjungi salah satu Agen LPG 3 Kg di wilayah Kecamatan Kraksaan.  (Foto: Kominfo Kabupaten Probolinggo)

PROBOLINGGO, SJP – Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, menegaskan bahwa ketersediaan LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya Kecamatan Kraksaan, masih dalam kondisi aman.

Pernyataan ini disampaikan setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) terhadap stabilisasi harga serta distribusi LPG 3 Kg pada Selasa (14/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, pihak SPBE, hingga jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda M. Sjaiful Efendi, Kabid Perdagangan DKUPP Mehdinsareza Wiriarsa, Camat Kraksaan Puja Kurniawan, serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Arie Kartikasari bersama sejumlah pejabat lainnya.

Dalam kegiatan monev ini, tim melakukan pengecekan langsung ke salah satu agen LPG 3 Kg di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, guna memastikan stok serta mekanisme distribusi berjalan sesuai aturan. Selanjutnya, tim melanjutkan pemantauan ke dua pangkalan di Desa Kalibuntu, serta berdialog dengan pengecer dan masyarakat sebagai konsumen.

Dari hasil pengecekan tersebut, Wabup Fahmi memastikan tidak ada pengurangan alokasi distribusi LPG 3 Kg baik di tingkat agen maupun pangkalan.

“Kami sudah mengecek langsung ke agen dan pangkalan. Tidak ada pengurangan jatah harian. Alokasi yang berkisar 3.000 hingga 5.000 tabung per hari masih berjalan normal,” ujarnya.

Meski stok dinyatakan aman, di lapangan masih ditemukan keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi hal itu, Fahmi menilai kondisi tersebut lebih disebabkan oleh meningkatnya konsumsi masyarakat.

“Rantai pasok dari SPBE ke agen hingga pangkalan masih aman. Namun konsumsi memang meningkat sejak Ramadhan hingga pasca Lebaran. Bahkan di beberapa wilayah tradisi Lebaran berlangsung lebih lama hingga sebulan,” jelasnya.

Selain faktor peningkatan konsumsi, beredarnya isu kelangkaan di media sosial juga dinilai memicu kepanikan masyarakat sehingga terjadi pembelian berlebih.

“Kami menghimbau masyarakat tidak panik. Stok aman, jadi tidak perlu membeli secara berlebihan,” tegasnya.

Dari sisi harga, Wabup Fahmi memastikan bahwa harga LPG 3 Kg di tingkat pangkalan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000. Namun demikian, di tingkat pengecer masih ditemukan harga yang lebih tinggi.

“Di pangkalan sudah sesuai HET Rp18.000. Kalau di pengecer bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000. Ini yang sedang kami dalami,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo, lanjut Fahmi, tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran, termasuk praktik penimbunan maupun penyimpangan distribusi.

“Jika ada pelanggaran, kami akan tindak lanjuti. Sanksinya bisa berupa administratif hingga pencabutan izin usaha,” lanjutnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta aktif melaporkan apabila menemukan praktik distribusi LPG 3 Kg yang tidak sesuai aturan, termasuk penyaluran di luar pangkalan resmi.

“Dengan kegiatan ini kami berharap stabilitas harga dan pasokan LPG 3 kilogram tetap terjaga serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow