Viral Kematian Balita di Sukabumi, Dokter Ingatkan Bahaya Infeksi Parasit Cacing
Kasus kematian balita di Sukabumi karena cacingan viral di masyarakat. Dokter menjelaskan bahaya infeksi parasit cacing yang dapat merusak organ, termasuk jantung, hingga memicu gangguan irama jantung.
SUARAJATIMPOST.COM – Kasus kematian seorang balita bernama Raya di Sukabumi yang meninggal akibat cacingan tengah viral dan menimbulkan keprihatinan luas. Dari tubuh korban, dokter menemukan hingga satu kilogram cacing, yang membuat publik terkejut sekaligus khawatir dengan bahaya penyakit tersebut.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Asmoko Resta Permana, menjelaskan bahwa infeksi parasit cacing dapat berakibat fatal karena mampu merusak berbagai organ vital, termasuk jantung.
“Kalau parasit cacing mampir ke jantung jadi pengapuran di ototnya, itu akan bikin irama jantung terganggu. Ketika pengapurannya meluas maka pompa jantung bisa terganggu juga, karena selaputnya akan kaku, termasuk ototnya juga,” jelas dr Asmoko, dikutip dari Antara, Kamis (21/8/2025).
Secara medis, cacing dapat masuk ke tubuh melalui makanan yang tidak dimasak sempurna, daging yang terkontaminasi telur cacing, hingga benda kotor yang masuk lewat saluran pencernaan. Setelah itu, parasit bertelur, membentuk kista, dan menyebar melalui aliran darah ke organ penting seperti otot, otak, hingga jantung.
Ketika sudah menyerang jantung, parasit berpotensi mengganggu kelistrikan organ tersebut. “Umumnya yang paling sering terjadi ‘listrik’ jantung menjadi pelan iramanya atau jadi terlalu cepat. Pokoknya tidak normal iramanya,” tambahnya.
Dr. Asmoko menegaskan bahwa masa infeksi parasit cacing dalam tubuh bisa berlangsung antara dua minggu hingga dua bulan, bergantung pada jumlah parasit yang masuk. Pada anak-anak, gejalanya sering ditandai dengan denyut jantung yang tidak normal, meski jarang berhenti mendadak akibat parasit.
“Lebih ke denyutnya pelan atau lebih cepat dari normal. Tetapi, kalau tiba-tiba berhenti karena parasit itu enggak, gangguan kelistrikan jantung yang tiba-tiba berhenti itu yang keturunan, lain lagi dengan parasit,” pungkasnya. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

