Vaksinasi PMK di Jombang Capai 100 Persen, Angka Kasus Masih Tinggi
Angka vaksinasi PMK terus dilakukan oleh pihak Dinas Peternakan, di tahap pertama capaian vaksinasi hingga 100 persen meski kasus masih tinggi.
JOMBANG, SJP - Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jombang membuat Dinas Peternakan Kabupaten Jombang kelimpungan. Meskipun saat ini pihak Dinas Peternakan gencar melakukan vaksinasi.
Terbaru, angka vaksinasi terhadap hewan ternak mencapai 98 persen dengan total 6.984 ekor sapi. Target sampai akhir bulan Januari 2025, pihak Disnak melakukan vaksinasi hewan ternak hingga 100 persen pada vaksinasi tahap pertama, dengan total 7.050 ekor sapi.
"Kami targetkan kemarin, Jumat (31/1) vaksinasi tahap pertama selesai," ucap Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Mohammad Saleh kepada wartawan, Sabtu (1/2/2025).
Memang tidak bisa dipungkiri angka kasus PMK di Jombang masih terbilang tinggi. Ia menyebut angka kasus PMK sampai akhir bulan Januari 2025 sudah tembus diangka 1.000 kasus.
"Angka kasus naik juga diimbangi juga jumlah angka kesembuhan, hingga 672 ekor," ungkapnya.
Pihaknya masih menunggu keputusan dari Gubernur Jawa Timur terkait keadaan darurat wabah PMK di Jatim. Mengingat sampai saat ini masih memberlakukan penutupan pasar hewan untuk menekan persebaran virus PMK.
"Kami masih menutup pasar hewan, sembari terus melakukan vaksinasi," ungkap Saleh.
Melihat kasus PMK yang terus meningkat, pihaknya mengaku terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi guna menekan angka penyebaran.
"Terhitung sampai hari ini di tahap 1, sudah 6.602 ekor tervaksin," bebernya.
Saleh melanjutkan, dari total 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, kasus PMK paling banyak terjadi di Kecamatan Kabuh dengan jumlah mencapai 300 kasus lebih.
Disusul Kecamatan Plandaan, Kecamatan Kudu, Kecamatan Ngusikan, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Tembelang dan Kecamatan Bareng. Sementara kasus paling sedikit ada di Kecamatan Mojoagung. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

