Usulan Tembok Penahan Tebing di Jalur Pura Luhur Giri Arjuno Terabaikan sejak 2017

Akses menuju Pura Luhur Giri Arjuno di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, tertutup total akibat bencana tanah longsor pada Selasa (20/5/2025) sekitar pukul 08.00 WIB.

20 May 2025 - 13:03
Usulan Tembok Penahan Tebing di Jalur Pura Luhur Giri Arjuno Terabaikan sejak 2017
Warga sedang berjibaku membersihkan material longsor di jalur menuju Pura Luhur Giri Arjuno, Kota Batu. (Foto: Arul/SJP)

KOTA BATU, SJPBencana tanah longsor menutup akses menuju Pura Luhur Giri Arjuno di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Selasa (20/5/2025) pagi.

Kepala Desa (Kades) Tulungrejo, Suliyono mengatakan, kawasan tersebut memang memiliki karakteristik tanah dan tebing yang rawan longsor. Bahkan, kejadian serupa terjadi secara berulang setiap tahun.

"Di kawasan Pura Luhur Giri Arjuno memang jenis tanahnya labil dan tebingnya cukup curam. Longsor seperti ini setidaknya terjadi dua kali dalam setahun. Tahun ini saja sudah tiga kali dengan yang terbaru ini," ujarnya, Selasa (20/5/2025).

Suliyono menambahkan, longsor kemungkinan besar terjadi sejak Senin (19/5/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, di Pura Luhur Giri Arjuno tengah berlangsung kegiatan keagamaan. Dirinya langsung menuju lokasi untuk mengecek kondisi pada pukul 03.00 WIB dini hari.

Dijelaskannya, jalur menuju Pura Giri Arjuno merupakan satu-satunya akses utama bagi umat Hindu dan wisatawan yang hendak berkunjung ke wisata religi tersebut. Oleh karena itu, penanganan terhadap potensi bencana di wilayah tersebut harus menjadi prioritas.

"Mitigasi bencana di tingkat desa sudah kami lakukan. Kami selalu memberikan peringatan kepada masyarakat dan wisatawan jika terjadi hujan sedang hingga lebat lebih dari tiga jam," jelasnya.

Namun, kata Suliyono, berbagai upaya mitigasi bencana yang dilakukannya belum cukup kuat tanpa adanya dukungan infrastruktur pengaman berupa tembok penahan tebing.

Karena itu, pihaknya mengusulkan pembangunan tembok penahan tebing dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kota sejak tahun 2017. Namun hingga kini belum terealisasi.

"Pelengsengan sangat dibutuhkan. Panjang tebingnya sekitar 300 meter dan tinggi sekitar 30 meter. Kalau dianggarkan sendiri dari APBDes Tulungrejo yang hanya sekitar enam miliar rupiah, itu tidak memungkinkan. Biasanya tersisa sekitar satu miliar. Itu pun tidak cukup untuk proyek sebesar ini," paparnya.

Menurut Suliyono, kebutuhan anggaran pembangunan tembok penahan tebing sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. APBDes Tulungrejo yang hanya Rp6 miliar dianggap tidak cukup. Karena hanya akan menyisakan Rp1 miliar di akhir tahun.

Suliyono menambahkan, infrastruktur menuju Pura Luhur Giri Arjuno sangat penting untuk diprioritaskan. Sebab, pura tersebut merupakan salah satu destinasi wisata religi yang cukup ramai dikunjungi.

"Setiap tahun, setidaknya ada 3.000 hingga 5.000 pengunjung. Itu hitungan minimal. Dalam sehari saja bisa 100 orang yang datang," imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap, pemerintah daerah segera menindaklanjuti kebutuhan infrastruktur pengaman demi keselamatan masyarakat dan kelangsungan wisata religi di wilayahnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow