Dikunjungi Menteri PU, Stadion Kanjuruhan Malang Siap Diresmikan

Perencanaan renovasi harus mempertimbangkan faktor-faktor kemanusiaan, baik melalui diskusi dengan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan dan masyarakat

18 Jan 2025 - 19:14
Dikunjungi Menteri PU, Stadion Kanjuruhan Malang Siap Diresmikan
Menteri PU RI, Dody Hanggodo, dalam kunjungan ke Stadion Kanjuruhan melihat secara langsung ruang ganti pemain di Stadion Kanjuruhan Malang (Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia (PU RI) Dody Hanggodo, berkunjung ke Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang.

Stadion ini telah direnovasi untuk memenuhi standar FIFA dan memiliki nilai sejarah yang penting.

Didampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur (Jatim), Dody Hanggodo, menyatakan, proses renovasi memakan waktu lama karena mempertimbangkan faktor sejarah dan teknis.

"Stadion ini memiliki nilai sejarah yang tidak dapat dihilangkan dari ingatan kita," ujarnya, kepada awak media, Sabtu (18/1/2025).

Hasil dari realisasi tersebut, stadion ini memiliki fitur utama renovasi yang meliputi, jalur evakuasi cepat, standar FIFA, kursi penonton premium, pencahayaan modern, papan skor digital, ruang ganti pemain modern, fasilitas medis dan tak kalah penting monumen tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Proses renovasi yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (WSKT) dan PT Abipraya ini, diawasi oleh Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jawa Timur (Jatim) yang melibatkan diskusi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, keluarga korban serta masyarakat.

Menteri Dody berharap stadion ini dapat segera diserahkan kepada Pemkab Malang untuk dikelola dan menjadi kebanggaan masyarakat Malang. 

"Proses serah terima diperkirakan selesai dalam waktu satu sampai dua minggu," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur (Jatim) Airyn Saputri Harahap manambahkan, Stadion Kanjuruhan memiliki nilai sejarah yang penting dan tidak dapat diubah. 

Oleh karena itu, perencanaan renovasi harus mempertimbangkan faktor-faktor kemanusiaan, baik melalui diskusi dengan keluarga korban tragedi Kanjuruhan dan masyarakat.

"Hal ini untuk memastikan bahwa keinginan dan permintaan mereka terpenuhi, juga pertimbangan terhadap struktur bangunan yang sudah ada dan perlu diperkuat dengan tetap memenuhi standar FIFA dan SNI," imbuh Airyn.

Menurutnya, untuk jalur evakuasi cepat yakni 7 menit apabila ada hal yang tidak diinginkan, serta memenuhi standar FIFA.

Hal ini merujuk melalui pertimbangan khusus agar Stadion Kanjuruhan Malang memenuhi standar FIFA dan SNI, serta memiliki fasilitas yang modern dan aman untuk penonton. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow