Usai Disidak DPRD Jombang, Material Proyek Trotoar Diduga Picu Kecelakaan Tunggal
Seorang pengendara Taufiq (38) warga sekitar mengalami insiden terjatuh dari sepeda motor usai diduga terpleset material pasir yang berserak disekitar lokasi proyek.
JOMBANG, SJP - Kecelakaan tunggal terjadi di sekitar lokasi proyek trotoar Jalan KH Abdurrahman Wahid, Kecamatan Jombang sehari selang sidak anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang.
Seorang pengendara Taufiq (38) warga sekitar mengalami insiden terjatuh dari sepeda motor usai diduga terpleset material pasir yang berserak disekitar lokasi proyek.
Meskipun tidak mengalami luka serius akibat insiden tersebut, Taufiq menyayangkan minimnya garis atau marka peringatan yang memadai disekitar lokasi proyek senilai Rp1,6 miliar itu.
"Kondisi jalan sekitar proyek mendekati lampu merah saat itu ramai, saya mencoba lewat disebelah kiri menghindari kepadatan mobil, saat berupaya mengerem ban depan tergelincir diatas pasir yang berserak," ucap Taufiq kepada wartawan, Jumat (19/9/2025).
Ia terjatuh beserta sepeda motor terguling. Mengingat kondisi jalan sedang ramai, Ia bergegas bangkit dan mendirikan sepeda motor lagi.
"Luka di kaki dan badan kebanting, saya tahan dan lajukan kendaraan lagi karena takut mengganggu kendaraan lain," bebernya.
"Pasirnya halus dan tidak kelihatan jelas. Tidak ada pembatas atau garis peringatan sama sekali di sekelilingnya, apalagi rambu. Sangat berbahaya jika pengendara melintas di area tersebut," imbuhnya.
Meskipun demikian, kejadian ini menyisakan kekhawatiran mengenai keselamatan proyek-proyek jalan yang sering kali kurang memperhatikan aspek keamanan bagi pengendara.
Masyarakat mengharapkan pihak kontraktor atau dinas terkait lebih bertanggung jawab dalam mengelola lokasi proyek, terutama dengan memberikan marka, rambu peringatan, dan membersihkan material sisa yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Sebelumnya, Ketidaksesuaian antara perencanaan dan penerapan di lapangan terbongkar saat Komisi C DPRD Kabupaten Jombang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan trotoar di Jalan KH Abdurrahman Wahid, Kamis (18/9/2025).
Proyek senilai Rp1,6 miliar yang dikerjakan CV Lestari Putra Gemilang ini mendapat sorotan wakil rakyat akibat adanya temuan dugaan penyimpangan dalam pengerjaan di lapangan.
Anggota Komisi C DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi, menyebut di lokasi proyek, tepatnya di depan SPBU Mojongapit, Kecamatan Jombang terdapat pengerjaan saluran air yang tidak tercantum dalam dokumen perencanaan awal. Padahal, saluran yang dimaksud justru memiliki posisi krusial karena terhubung dengan drainase utama yang sedang dibangun.
“Kami menemukan ada pembuatan saluran yang tidak terencana. Ini harus segera ditindaklanjuti karena berpotensi mengganggu sistem drainase dan menghambat penyelesaian proyek. Kami akan memanggil Dinas Perkim dan kontraktor untuk meminta penjelasan," ucap Mas’ud Zuremi di lokasi sidak.
Mantan Ketua DPRD Jombang ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur mesti mengacu pada perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Tentunya juga tidak menjadi pemborosan anggaran.
Sementara itu, Adi, perwakilan dari CV Lestari Putra Gemilang, mengakui bahwa progres pekerjaan saat ini baru mencapai 50 persen dengan adanya deviasi sekitar 10 persen dari target.
Ia juga membenarkan bahwa saluran air yang menjadi sorotan DPRD memang tidak termasuk dalam rencana awal.
“Saat ini kami masih fokus pada pemasangan U-ditch. Untuk saluran tersebut memang tidak ada dalam perencanaan awal," ujarnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

