Ratusan Sopir Truk di Nganjuk Tuntut Penertiban ODOL dan Pemutihan Pajak

Para demonstran akhirnya membubarkan diri setelah berdialog dengan pihak DPRD Nganjuk. Namun mereka mengancam jika tuntutannya tidak terpenuhi akan membawa massa lebih banyak lagi.

21 Apr 2025 - 22:03
Ratusan Sopir Truk di Nganjuk Tuntut Penertiban ODOL dan Pemutihan Pajak
Ratusan sopir truk saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Nganjuk. (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Ratusan sopir yang tergabung dalam Komunitas Truk Nganjuk Raya (KTNR) dari berbagai kelompok di Nganjuk menggelar aksi demo di gedung kantor DPRD Nganjuk, Senin (21/4/2025).

Koordinator lapangan (korlap) aksi, Puguh Santoso mengatakan, kebijakan pemerintah terkait keberadaan truk over dimension over loading (ODOL) merugikan para pelaku usaha transportasi yang taat aturan 

“Kami juga menolak keberadaan armada ODOL yang mampu mengangkut lebih banyak barang dengan biaya lebih murah,” katanya di sela-sela aksi demo, Senin (21/4/2025).

Puguh menyebut, selama ini mereka menuntut pemerintah untuk segera melakukan penertiban terhadap kendaraan ODOL serta memberikan pengampunan pajak kendaraan.

Massa aksi juga mendesak pemerintah mengeluarkan kebijakan pengampunan pajak kendaraan. Sebab, banyak armada yang menunggak pajak akibat perlambatan ekonomi beberapa tahun terakhir.

“Kami akan datangkan massa yang lebih besar, jika tidak ada titik temu, dan kami minta harus ada kebijakan pemutihan atau penghapusan pajak dan denda yang menunggak, itu sangat membantu,” tegasnya.

Tidak hanya pemutihan pajak, massa aksi juga minta agar ada pemutihan terhadap uji kir yang menunggak. Karena hal ini bisa mengangkat pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak kendaraan.

Wakil Ketua DPRD Nganjuk, Jianto menanggapi aksi para paguyuban dengan tegas. Karena mereka menuntut bukan untuk kepentingan selaku sopir, namun, untuk kepentingan masyarakat banyak.

Politikus Partai Gerindra itu berjanji tuntutan yang di sampaikan para sopir akan ditindaklanjuti dan akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

"Selain berkirim surat kepada gubernur, pihaknya juga akan bertemu langsung kepada gubernur, untuk menyampaikan aspirasi para sopir truk dan masyarakat," jelas Jianto.

Para demonstran akhirnya membubarkan diri setelah berdialog dengan pihak DPRD Nganjuk. Namun mereka mengancam jika tuntutannya tidak terpenuhi akan membawa massa lebih banyak lagi. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow