Pekerja PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban Tewas, Diduga Jatuh Saat Angkat Kompresor

Seorang pekerja bernama Suntari, warga Desa Wadung, meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai tiga saat mengangkat kompresor di PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban. Korban sempat dibawa ke RS NU Tuban, namun dinyatakan meninggal karena luka serius. Jenazah dimakamkan setelah salat Jumat dengan suasana duka

19 Sep 2025 - 21:46
Pekerja PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban Tewas, Diduga Jatuh Saat Angkat Kompresor
Suasana Pintu masuk PLTU di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban (Foto :Atmo/SJP)

TUBAN, SJP – Seorang pekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-Awar, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, Jumat (19/9/2025).

Korban diketahui bernama Suntari, warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu. Ia terjatuh dari lantai tiga saat sedang mengangkat sebuah kompresor.

Menurut keterangan saksi, sesaat setelah korban mengangkat kompresor terdengar suara patahan. Beberapa saat kemudian, Suntari ditemukan tergeletak bersama alat yang dibawanya.

“Korban dibawa ke RS Nahdlatul Ulama Tuban. Namun setibanya di rumah sakit, dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia akibat luka serius,” kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander.

Jenazah Suntari kemudian dipulangkan ke rumah duka di Desa Wadung. Prosesi pemakaman berlangsung setelah salat Jumat dengan suasana duka mendalam. Warga dan kerabat terus berdatangan memberikan doa dan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar.

Kepala Desa Wadung, Sasmito, membenarkan kabar duka tersebut. “Saya mendapat informasi dan sudah meminta istri untuk takziah. Detail kronologi saya belum tahu karena sedang berada di luar kota,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PLTU Tanjung Awar-Awar belum memberikan pernyataan resmi. Upaya wartawan untuk meminta konfirmasi kepada humas perusahaan belum membuahkan hasil.

Kecelakaan kerja ini menimbulkan pertanyaan terkait penerapan standar keselamatan di lingkungan PLTU yang merupakan objek vital nasional.

Publik kini menanti penjelasan manajemen, apakah insiden ini murni musibah atau terdapat unsur kelalaian yang perlu dipertanggungjawabkan. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow