Tren One Day Trip Bikin Okupansi Hotel di Kota Batu Belum Maksimal Meski Wisatawan Membludak

onjakan wisatawan saat libur panjang belum berdampak signifikan pada okupansi hotel di Kota Batu. PHRI menyebut tren wisata singkat atau one day trip membuat banyak wisatawan memilih pulang di hari yang sama tanpa menginap.

18 May 2026 - 20:40
Tren One Day Trip Bikin Okupansi Hotel di Kota Batu Belum Maksimal Meski Wisatawan Membludak
Wisatawan yang berkunjung di salah satu wana wisata Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Lonjakan kunjungan wisatawan selama rangkaian libur panjang beberapa hari terakhir belum sepenuhnya berdampak positif terhadap sektor perhotelan di Kota Batu. Tingkat okupansi hotel tercatat masih berada di kisaran 50 hingga 60 persen akibat maraknya tren wisata singkat atau one day trip yang kini banyak dipilih masyarakat.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengatakan pola perjalanan wisatawan saat ini mengalami perubahan signifikan. Banyak pengunjung datang ke Kota Batu sejak pagi untuk berwisata, namun memilih kembali pulang pada malam hari tanpa menginap.

“Sekarang tren wisatawan memang banyak yang memilih one day trip. Datang pagi, berwisata, lalu malam langsung pulang tanpa menginap,” ujar Sujud, Senin (18/5/2026).

Fenomena tersebut, lanjutnya, paling terlihat dari rombongan bus pariwisata yang memadati kawasan wisata Kota Batu. Meski jumlah kendaraan wisata yang masuk cukup tinggi, hanya sebagian kecil wisatawan yang memutuskan bermalam di hotel.

“Ketika ada ratusan bus wisata masuk ke Kota Batu, ternyata hanya sedikit yang menginap. Ini cukup berpengaruh terhadap tingkat hunian hotel,” jelasnya.

Selain perubahan pola wisata, kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca-Lebaran juga dinilai menjadi faktor rendahnya okupansi hotel. Wisatawan kini cenderung lebih selektif dalam mengatur pengeluaran selama berlibur.

“Orang sekarang lebih berhitung dalam membelanjakan uang. Akhirnya memilih wisata singkat tanpa tambahan biaya hotel,” imbuh Sujud.

PHRI Kota Batu pun berharap momentum libur sekolah pada Juni mendatang mampu mendongkrak tingkat hunian hotel hingga di atas 70 persen. Pelaku usaha perhotelan optimistis peningkatan durasi kunjungan wisatawan akan mulai terjadi saat musim liburan anak sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyebut proyeksi lonjakan kunjungan wisatawan selama Mei masih cukup realistis seiring tren positif sektor pariwisata sejak awal tahun 2026.

Namun demikian, Onny mengakui tren wisata tanpa menginap menjadi tantangan baru bagi sektor akomodasi di Kota Batu. Padahal, rata-rata lama tinggal wisatawan sebelumnya diperkirakan mencapai dua hingga tiga malam.

“Ini menjadi dinamika baru bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Batu. Tantangannya sekarang bagaimana meningkatkan lama tinggal wisatawan agar sektor akomodasi ikut merasakan dampak positif kunjungan wisata,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow